Suku Bunga Konsumen Era Jerome Powell Berubah Signifikan

  • 30 Apr 2026 16:24 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bawah kepemimpinan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, baru saja digelar pada Rabu (30/4). Powell pertama kali memimpin rapat tersebut pada Maret 2018 dan selama delapan tahun masa jabatannya, FOMC telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 15 kali dan menurunkannya 11 kali.

Pada pekan ini, sesuai perkiraan, FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Keputusan ini didasarkan pada data ekonomi serta penilaian terhadap berbagai faktor seperti kebijakan fiskal dan peristiwa geopolitik yang mempengaruhi inflasi dan ketenagakerjaan.

Saat ini, suku bunga dana Fed berada 2,25 poin persentase lebih tinggi dibandingkan Maret 2018. Namun, angka itu tidak mencerminkan fluktuasi besar selama era Powell—dari titik terendah 0% hingga 0,25% saat pandemi, hingga puncaknya 5,25% hingga 5,50% pada pertengahan Juli 2023 hingga pertengahan September 2024, saat Fed berusaha menekan inflasi.

Setiap keputusan FOMC secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi imbal hasil tabungan, utang, serta harga yang Anda bayar saat berbelanja. Berikut perubahannya sejak Powell menjabat:

Harga Barang Melonjak 32%

Berdasarkan kalkulator CPI dari Bureau of Labor Statistics, barang seharga Rp1.000 pada Maret 2018 kini menjadi Rp1.323 pada Maret 2026. Artinya, harga konsumen naik 32% selama kepemimpinan Powell. Meski terlihat besar, kenaikan ini masih jauh di bawah periode 1973-1981 yang mencapai 104%.

Imbal Hasil Tabungan

  • Rekening tabungan bank konvensional: Hasil rata-rata di bawah 0,5%.
  • Tabungan daring (high-yield): Rata-rata 3,43% per April 2026, dengan penawaran terbaik 4,2%-4,4%.
  • Rekening pasar uang: Rata-rata 0,51% (Maret 2026), namun penawaran terbaik mencapai 3%-4%.
  • Sertifikat deposito (1 tahun): Rata-rata 1,92% (Maret 2026), dengan penawaran terbaik 3,8%-4,25%.

Beban Utang Membengkak

  • Kartu kredit: Rata-rata suku bunga naik dari 16,84% (Maret 2018) menjadi 19,57% (pekan lalu). Untuk kartu ritel toko, rata-rata mencapai 30,14% pada 2026.
  • KPR 30 tahun tetap: Naik dari 4,44% (Maret 2018) menjadi 6,23% (pekan lalu).
  • Pinjaman ekuitas rumah (HELOC): Naik dari 5,77% menjadi lebih dari 7%.
  • Pinjaman ekuitas rumah (tetap): Naik dari 5,53% menjadi mendekati 8%.
  • Mobil baru: Cicilan bulanan rata-rata naik dari Rp527 menjadi Rp770 (dengan pokok pinjaman lebih besar).
  • Mobil bekas: Cicilan bulanan naik dari Rp393 menjadi Rp560, dengan total bunga meningkat hampir dua kali lipat.

Dengan berakhirnya era Powell, pasar kini menanti arah kebijakan moneleru berikutnya serta dampaknya terhadap suku bunga konsumen ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....