Pelaku Laundry di Lampung Rasakan Efisiensi Jargas PGN

  • 30 Des 2025 05:49 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) PGN Lampung semakin dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha laundry di Bandar Lampung. Sejumlah pelaku usaha mengaku memperoleh efisiensi biaya operasional serta kemudahan dalam menjalankan usaha setelah beralih menggunakan gas bumi dari PGN.

Salah satunya adalah D’Noti Laundry yang berlokasi di Jalan Way Sekampung, Pahoman. Pemilik D’Noti Laundry, Heri Harnoto, mengungkapkan bahwa penggunaan gas bumi PGN memberikan penghematan signifikan dibandingkan penggunaan LPG.

“Sebelumnya kami menghabiskan sekitar 20 tabung LPG 12 kilogram per bulan dengan biaya kurang lebih Rp4 juta. Setelah beralih ke gas bumi PGN, biaya maksimal hanya sekitar Rp3,3 juta per bulan, bahkan dengan kapasitas produksi meningkat hingga 150 kilogram cucian per hari,” ujar Heri, Senin (29/12/2025).

Menurut Heri, penggunaan gas bumi membuat biaya operasional lebih efisien, dengan penghematan berkisar Rp700 ribu hingga Rp1 juta setiap bulan. Selain itu, tekanan gas yang stabil dinilai sangat membantu kelancaran operasional, terutama untuk mesin pengering dan boiler setrika uap yang membutuhkan suplai gas dalam jumlah besar.

“Tekanan gas PGN lebih stabil dibanding LPG yang kadang bocor atau tekanannya tidak konsisten. Dalam sebulan, pemakaian gas alam kami bisa mencapai 10 ribu meter kubik dengan kisaran biaya sekitar Rp300 per meter kubik,” jelasnya.

Dari sisi operasional, karyawan D’Noti Laundry, Dendra, juga merasakan manfaat penggunaan setrika uap berbasis gas. Menurutnya, setrika uap lebih aman dan efisien dibanding setrika listrik.

“Dengan uap, pakaian tidak mudah lengket atau rusak meski disetrika lebih lama. Selain itu, menghilangkan kusut juga jauh lebih cepat,” katanya.

Manfaat serupa juga dirasakan oleh Acen Laundry yang telah berdiri sejak 1986 di Jalan Kartini, Palapa, Bandar Lampung. Karyawan Acen Laundry, Rika, mengatakan usaha tersebut telah menggunakan gas bumi PGN selama satu tahun terakhir.

“Sebelumnya kami menggunakan empat tabung LPG 50 kilogram per bulan dengan biaya mencapai Rp4 juta. Setelah menggunakan gas bumi PGN, biaya operasional turun menjadi sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan,” ujar Rika.

Menanggapi hal tersebut, Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar, menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah mempercayakan kebutuhan energinya kepada PGN. Ia menegaskan komitmen PGN untuk terus mendukung pelaku UMKM dan industri rumah tangga melalui penyediaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Kami senang melihat manfaat gas bumi dirasakan langsung oleh pelaku usaha laundry, baik dari sisi efisiensi biaya maupun stabilitas operasional. PGN berkomitmen menghadirkan energi yang bersih, aman, dan ekonomis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Abrar.

Ia juga menyatakan bahwa PGN Lampung terbuka terhadap masukan pelanggan, termasuk terkait transparansi pemantauan pemakaian gas. “Kami terus mengevaluasi fasilitas penunjang, termasuk pengembangan meteran gas yang lebih mudah dipantau pelanggan, agar penggunaan gas dapat terkontrol dengan baik,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....