Strategi Marketing 2025: Branding, Performa, dan AI

  • 23 Des 2025 12:36 WIB
  •  Bandar Lampung

Ryan M. Tallulah, pakar marketing dan founder sejumlah brand, membahas strategi marketing efektif untuk tahun 2025. Fokus pembahasan meliputi branding, performance marketing, dan optimalisasi Artificial Intelligence (AI).

Ryan memulai dengan menjelaskan konsep dasar "Pembelian Emosional". Menurutnya, konsumen tertarik pertama kali karena dorongan hati (seperti love at first sight), tetapi bisa menolak karena pertimbangan logis otak (seperti biaya atau manfaat jangka panjang). Prinsip ini berlaku untuk semua level pembelian, dari impulsif hingga keputusan besar.

Dalam membedakan Branding dan Performance Marketing, Ryan menggunakan analogi yang gamblang. Branding diibaratkan seperti "menuangkan ikan ke kolam" untuk membangun awareness, sementara Performance Marketing seperti "memancing ikan di kolam" yang sama untuk mendapatkan konversi langsung. Kuncinya adalah menggabungkan keduanya dengan timing yang tepat.

Model marketing pun berevolusi. Model AIDA (Attention-Interest-Desire-Action) masih relevan, tetapi kini berkembang menjadi AYAS (Attention-Yang Suka-Action-Share) seiring maraknya social commerce. Konten yang mudah dibagikan (shareable) adalah kuncinya, yaitu yang menawarkan solusi spesifik dan value yang jelas bagi audiens.

Untuk pemanfaatan AI, Ryan menekankan bahwa teknologi ini hanyalah alat. Keberhasilannya sangat bergantung pada sentuhan manusia untuk menentukan target dan kreativitas konten. AI dapat dimaksimalkan untuk hal-hal seperti membangun lookalike audience dari data pelanggan offline.

Ryan juga membagikan prinsip Manajemen Bisnis & Mindset yang ia jalani dalam mengelola lebih dari 13 perusahaan. Kunci utamanya adalah fokus pada target pasar yang spesifik, membagi waktu dengan jelas, dan memiliki pemimpin yang mampu menyelesaikan krisis. Ia percaya bahwa repetisi dalam membangun ekspektasi dapat mengurangi stres.

Kutipan Penting dari Ryan M. Tallulah:

  • "Orang membeli karena hati, menolak karena otak."
  • "Branding itu 'nuang ikan ke kolam', performance marketing 'mancing ikan yang sudah ada'."
  • "AI seperti ring jantung, harus ada tukang ahli baru bisa pakai tools canggih."
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....