Mengapa Hujan Deras Belum Tentu Memadamkan Api di Bawah Tanah?
- 12 Sep 2026 18:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Hujan deras kerap dianggap sebagai solusi alami untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Namun, pada kawasan gambut, turunnya hujan belum tentu membuat api benar-benar padam, terutama ketika kebakaran telah menjalar ke lapisan bawah permukaan tanah.
Melansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kebakaran pada lahan gambut dapat berlangsung lebih lama dan lebih sulit dipadamkan karena api mampu menjalar hingga lapisan bawah permukaan.
Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik gambut yang tersusun dari material organik. Ketika gambut mengalami kekeringan, material tersebut dapat menjadi bahan bakar. Api kemudian tidak hanya membakar vegetasi yang terlihat di permukaan, tetapi juga dapat merambat melalui lapisan gambut di bawah tanah.
Saat hujan turun, air memang dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan dan mengurangi kondisi kering yang mendukung penyebaran api. Namun, air hujan belum tentu langsung menjangkau seluruh lapisan gambut yang terbakar.
Akibatnya, api di permukaan bisa terlihat padam, sementara bara masih bertahan di dalam tanah. Bara tersebut dapat kembali muncul ketika kondisi lahan kembali kering dan tersedia cukup oksigen untuk mendukung pembakaran.
Melansir BMKG, kondisi kekeringan bahan organik di lapisan bawah permukaan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat potensi kebakaran. Semakin kering lapisan tersebut, semakin besar risiko kebakaran berlangsung dan semakin sulit dikendalikan.
Karena itu, pemadaman kebakaran gambut tidak cukup hanya mengandalkan hujan atau penyiraman pada bagian permukaan. Petugas tetap perlu memastikan titik-titik bara di dalam tanah benar-benar padam dan lahan kembali memiliki kelembapan yang cukup.
Upaya menjaga muka air tanah juga menjadi bagian penting dalam pencegahan kebakaran gambut. Kondisi gambut yang tetap basah membuat material organik lebih sulit terbakar dibandingkan gambut yang mengalami pengeringan.
BMKG dalam sejumlah upaya penanganan karhutla juga menekankan pentingnya menjaga kelembapan lahan gambut. Pemantauan kondisi cuaca, curah hujan, kekeringan, serta titik panas menjadi bagian dari langkah untuk mengantisipasi potensi kebakaran.
Dengan demikian, hujan deras memang dapat membantu menekan kebakaran gambut, tetapi belum tentu langsung memadamkan api yang telah menjalar ke bawah permukaan. Pemeriksaan dan pemadaman lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Bagi masyarakat, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa setelah hujan turun dan api di permukaan terlihat padam, kewaspadaan terhadap potensi munculnya kembali titik api tetap diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....