Beberapa Negara yang Tidak Memiliki Sungai Alami

  • 19 Jun 2026 07:19 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Sungai merupakan salah satu sumber air utama yang menopang kehidupan manusia. Namun, tidak semua negara di dunia memiliki sungai alami yang mengalir sepanjang tahun. Beberapa negara bahkan harus mengandalkan teknologi dan sumber daya alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduknya.

Dilansir dari laman trenasia.id, sebagian besar negara tanpa sungai berada di wilayah beriklim kering dengan curah hujan yang rendah. Kondisi geografis tersebut membuat terbentuknya aliran sungai permanen menjadi sangat sulit. Untuk mengatasi keterbatasan itu, negara-negara tersebut memanfaatkan air tanah, penampungan air hujan, hingga teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar.

Arab Saudi menjadi salah satu contoh negara yang tidak memiliki sungai permanen. Dengan wilayah yang didominasi gurun, negara ini mengandalkan cadangan air bawah tanah dan fasilitas desalinasi untuk menyediakan pasokan air bagi masyarakat dan sektor industri.

Negara-negara Teluk lainnya, seperti Qatar dan Uni Emirat Arab, juga menghadapi tantangan serupa. Keduanya memproduksi sebagian besar kebutuhan air bersih melalui proses desalinasi. Selain itu, berbagai program penghematan dan efisiensi penggunaan air terus diterapkan guna menjaga keberlanjutan pasokan air.

Kuwait dan Bahrain turut masuk dalam daftar negara yang tidak memiliki sungai alami. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kedua negara tersebut mengandalkan teknologi pengolahan air laut serta pemanfaatan kembali air limbah yang telah melalui proses penyaringan.

Di kawasan Asia Selatan, Maladewa juga dikenal sebagai negara tanpa sungai. Negara kepulauan ini memanfaatkan air hujan, instalasi desalinasi, dan pasokan air dari luar untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Pengelolaan air menjadi semakin penting mengingat negara ini rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut.

Sementara itu, Oman tidak memiliki sungai permanen, tetapi memiliki wadi, yaitu aliran air musiman yang muncul saat hujan turun. Air dari wadi dimanfaatkan untuk membantu mengisi cadangan air tanah yang kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

Selain negara-negara tersebut, Vatican City juga tidak memiliki sungai. Sebagai negara terkecil di dunia, kebutuhan airnya dipenuhi melalui jaringan distribusi yang terhubung dengan Italia. Meski tanpa sungai, negara kota ini tetap mampu memenuhi kebutuhan air warganya melalui sistem pengelolaan yang modern dan efisien.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....