Pedagang Sate Tetap Bertahan Pasca Hari Raya Idul Fitri
- 10 Apr 2026 11:15 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Setelah suasana hari raya Idul Fitri mereda, berbagai jenis makanan khas lebaran seperti opor ayam, rendang, dan ketupat perlahan mulai menghilang dari meja makan masyarakat. Banyak orang yang merasa jenuh atau bosan dengan menu-menu tersebut. Disinilah keajaiban terjadi bagi para pedagang sate.
Meskipun momen mudik dan kumpul keluarga telah usai, pedagang sate justru tetap eksis dan tak pernah sepi pembeli. Bahkan bagi sebagian orang aroma daging yang dibakar dengan bumbu kacang atau kecap khasnya justru menjadi obat untuk kembali bersemangat menjalani rutinitas.
Salah seorang pedagang sate yang biasa mangkal di Jalan Cik Ditiro Kemiling, Erna di mengatakan, banyak orang yang membeli secara langsung ataupun melalui aplikasi gofood.
"Alasan mereka bosan dengan daging atau ayam yang dimasak saat lebaran, jadi mereka memilih sate untuk makan malam. Ketika ditanya berapa tusuk dalam semalam bisa menjual sate," ujar Erna.
Menurut Erna, dirinya bisa menjual lebih dari lima ratus tusuk dalam semalam. Tentu saja ini dapat mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda.
Ada beberapa alasan mengapa bisnis sate tetap bertahan dan diminati meski bukan musim hari raya :
Pilihan Rasa yang Berbeda
Setelah berhari-hari menikmati makanan bersantan, lidah masyarakat mulai mencari sensasi rasa lain. Sate dengan cita rasa gurih, manis, pedas. Dan beraroma asap bakaran menjadi alternatif yang sangat disukai. Tekstur daging yang empuk ditambah bumbu yang meresap memberikan kepuasan tersendiri.
Menu Favorit Semua Kalangan
Sate bukan hanya makanan biasa, ia adalah comfort food atau makanan yang menenangkan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, hampir semua menyukai hidangan ini. Baik disantap bersama keluarga di rumah maupun untuk makan siang bersama rekan kerja, sate selalu menjadi pilihan yang aman dan disukai banyak orang.
Inovasi dan Variasi
Para pedagang sate kini juga semakin kreatif. Tidak hanya menjual sate ayam atau kambing, kini bermunculan variasi seperti sate sapi, sate seafood, hingga sate taichan yang pedas menggigit. Variasi ini membuat pembeli tidak bosan dan selalu ada hal baru untuk dicoba.
Harga yang Terjangkau
Dibandingkan dengan harga daging kualitas restoran, sate di pinggir jalan atau warung makan menawarkan harga yang jauh lebih bersahabat dikantong. Dengan porsi yang pas ditemani lontong atau nasi hangat, satu porsi sate sudah cukup membuat kenyang dan bahagia.
Semangat Pedagang yang Tak Padam
Bagi para pedagang, kesuksesan tetap eksis setelah lebaran bukan soal rezeki, tapi juga soal ketekunan. Mereka tetap mempertahankan kualitas daging, kebersihan, dan rasa bumbu yang konsisten. Senyum ramah dan pelayanan yang baik menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan setia selalu kembali lagi.
Jadi meskipun opor dan rendang sudah berlalu, aroma wangi sate yang dibakar akan terus menemani hari-hari kita. Dan jangan lupa manjakan lidah dengan seporsi sate hangat yang menggugah selera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....