Angkutan Kota Bandar Lampung: Jejak yang Mulai Pudar di tengah Perubahan Zaman

  • 15 Jun 2026 14:08 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Angkutan kota atau yang akrab disebut angkot pernah menjadi tulang punggung transportasi masyarakat di Bandar Lampung. Selama puluhan tahun, kendaraan berwarna mencolok ini menjadi andalan warga untuk bepergian ke berbagai penjuru kota, dari pusat keramaian hingga ke permukiman warga.

Namun belakangan ini, keberadaannya terasa semakin berkurang dan perlahan mulai ditinggalkan oleh pengguna maupun pengemudinya. Banyak faktor yang membuat angkot kini kehilangan pamornya.

Salah satu penyebab utamanya adalah kemunculan layanan transportasi daring yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan lebih. Masyarakat lebih memilih memesan kendaraan dari genggaman tangan tanpa harus menunggu lama di tepi jalan. Selain itu, kondisi beberapa armada angkot yang sudah tua, kurang terawat, serta jadwal keberangkatan yang tidak menentu membuat penumpang semakin beralih ke pilihan lain.

Bagi para pengemudi dan pemilik angkot, tantangannya juga tak kalah berat. Biaya operasional yang terus naik, pendapatan yang menurun drastis karena berkurangnya penumpang, serta peraturan lalu lintas yang semakin ketat membuat banyak dari mereka memilih berhenti mengoperasikan kendaraannya. Jalur-jalur yang dulunya ramai dilewati angkot, kini terasa lebih sepi dan jarang terlihat lagi kendaraan ini melintas.

Menurut Pak Usuf salah seorang sopir angkot jurusan Tanjung karang - Sukarame, ia sudah menjalankan angkot sekitar 15 tahun, kalau dulu anak sekolah masih rame yang pake angkot, sekarang mah sudah mulai sepi, kadang seharian cuma dapet Rp200ribu, itupun sudah dipotong beli bensin.

"Karena banyaknya angkutan transportasi daring, sehingga pendapatan berkurang drastis. Untuk mencukupi kebutuhan hidup yang semakin menghimpit, pak Usup harus pandai-pandai mencari peluang usaha lain, yakni berjualan kecil-kecilan di rumah," ujar Usuf.

Meski begitu, angkot tetap menyimpan kenangan tersendiri bagi warga Bandar Lampung. Ia menjadi saksi perkembangan kota, tempat berinteraksi antarwarga, dan akses transportasi yang dulu sangat terjangkau bagi semua kalangan. Di beberapa rute yang masih jarang dilalui kendaraan lain, angkot masih bertahan melayani penumpang setia, meski jumlahnya semakin sedikit.

Perlahan menghilangnya angkot adalah bagian dari dinamika perubahan zaman dan kemajuan teknologi. Namun, tantangannya tetap ada: bagaimana menjamin akses transportasi yang terjangkau, merata, dan tetap melayani seluruh lapisan masyarakat di Bandar Lampung, tanpa melupakan kebutuhan warga yang mengandalkan sarana transportasi sederhana namun terpercaya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....