Penjual Daging di Pasar Tempel Jalan Garuda Kemiling Menjadi Tujuan Belanja
- 16 Jul 2026 15:12 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandar Lampung - Di antara deretan lapak sayur dan buah di Pasar Tempel, Jalan Garuda, Kemiling, Bandar Lampung, barisan lapak penjual daging selalu menjadi salah satu tujuan utama warga. Sejak jam 5 pagi, sebelum matahari benar-benar tinggi, tempat ini sudah berubah menjadi pusat aktivitas yang sibuk namun tetap tenang dan teratur.
Para penjual daging di sini sudah menyiapkan dagangannya jauh sebelum pasar ramai. Daging sapi, kambing, hingga ayam didatangkan langsung dari pemotongan hewan yang memenuhi syarat, sehingga kesegarannya terjamin.
Warnanya yang cerah, teksturnya yang kenyal, dan tidak ada bau menyengat adalah bukti bahwa mereka menjaga kualitas dengan sangat teliti. Banyak warga percaya bahwa daging di Pasar Tempel lebih terjamin keasliannya dibandingkan tempat lain, karena mereka tahu siapa penjualnya dan bagaimana cara mereka merawat dagangan.
Berbeda dengan tempat belanja modern, di sini para penjual sangat mengerti kebutuhan setiap pelanggannya. Jika ada ibu yang meminta daging untuk sup, mereka akan memotongnya kecil-kecil dan membuang bagian yang berlemak berlebih.
Jika untuk rendang, potongannya dibuat lebih besar dan tebal. Mereka juga dengan senang hati membersihkan, memisahkan tulang, atau bahkan memotong sesuai ukuran yang diminta tanpa diminta dua kali.
Suara tawar-menawar pun berlangsung dengan akrab. Seperti yang dikatakan oleh seorang pembeli bu Sinta, "Pak, sekilo daging ini berapa? Kurangi sedikit ya, saya beli rutin kok!" dan biasanya disambut dengan tawa serta kesepakatan yang saling menguntungkan. Hubungan antara penjual dan pembeli di sini bukan sekadar transaksi, melainkan sudah seperti hubungan antar tetangga.
Bagi warga Kemiling, penjual daging di Pasar Tempel bukan sekadar pedagang. Mereka adalah orang yang dipercaya menjaga kebersihan, kejujuran dalam takaran, dan kualitas barang yang dijual. Di tengah pasar yang sederhana ini, kejujuran mereka menjadi nilai paling berharga yang membuat warga tetap setia datang berbelanja dari tahun ke tahun.
Saat siang mulai menjelang, lapak mereka perlahan kosong—tanda bahwa dagangan laku terjual dengan baik. Mereka pun membereskan tempatnya dengan bersih, berjanji akan kembali lagi esok pagi dengan daging yang sama segarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....