Penyebab Ilmiah di Balik Warna Merah saat Puncak Gerhana Bulan Total
- 03 Mar 2026 15:12 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Fenomena visual yang menakjubkan akan menghiasi langit Lampung malam ini saat Bulan berubah warna menjadi merah pekat. Penampakan unik yang sering disebut sebagai 'bulan darah' ini terjadi tepat ketika Bulan mencapai puncak fase gerhana total.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Lampung Utara, Adhi Wibowo, menjelaskan warna merah tersebut merupakan hasil dari proses pembiasan cahaya matahari oleh lapisan atmosfer Bumi. Cahaya yang melewati tepian atmosfer akan dibelokkan menuju permukaan Bulan yang sedang berada dalam bayangan gelap.
"Warna merah pada Bulan malam ini disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi yang membiaskan cahaya gelombang panjang," jelasnya, Selasa 3 Maret 2026.
Mekanisme ini serupa dengan proses yang menyebabkan langit berubah warna menjadi kemerahan saat matahari terbit atau terbenam. Cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar luas dan menghilang di dalam lapisan atmosfer.
| Baca juga: LED Biru yang Mengubah Dunia Pencahayaan |
Sebaliknya, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti warna merah akan tetap lolos melewati atmosfera menuju permukaan bulan. Cahaya merah inilah yang akhirnya membuat satelit alami Bumi tersebut tampak berwarna kemerahan saat diamati dari daratan.
Tingkat kepekatan warna merah pada malam ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi kebersihan atmosfer Bumi dari debu. Jika atmosfera sedang bersih dari polusi maka warna merah yang dihasilkan akan tampak sangat cerah dan juga mempesona.
Fenomena bulan merah malam ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya peran atmosfer dalam memengaruhi penglihatan manusia terhadap benda langit. Masyarakat dapat menikmati keindahan ini tanpa rasa takut kerana prosesnya murni merupakan hukum fisika optik yang selamat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....