LED Biru yang Mengubah Dunia Pencahayaan
- 10 Feb 2026 11:56 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Dioda pemancar cahaya atau yang biasa dikenal dengan LED adalah komponen semikonduktor yang memancarkan cahaya saat dialiri arus listrik (elektroluminesensi). LED dikenal hemat energi, tahan lama, dan tahan panas. Teknologi ini mengurangi konsumsi listrik dibandingkan lampu pijar.
LED biru pertama ditemukan pada awal tahun 1990-an oleh ilmuwan Jepang Isamu Akasaki, Hiroshi Amano, dan Shuji Nakamura. LED diciptakan sebagai terobosan teknologi pencahayaan yang memungkinkan terciptanya cahaya putih efisien dan hemat energi.
Isamu Akasaki, Hiroshi Amano, dan Shuji Nakamura berhasil menciptakan LED biru berintensitas tinggi dan memecahkan tantangan 30 tahun yang gagal diatasi banyak perusahaan besar. Dengan menggunakan material Gallium Nitride (GaN), temuan ini meraih Hadiah Nobel Fisika 2014 dan merevolusi industri layar serta pencahayaan global.
Materi Gallium Nitride (GaN) digunakan untuk memancarkan cahaya biru. Material ini dinilai jauh lebih efisien daripada upaya sebelumnya menggunakan silicon carbide. Tekonologi ini mengurangi konsumsi listrik secara drastis dibanding lampu pijar, menjadikannya salah satu solusi pencahayaan paling ramah lingkungan.
Penemuan ini memungkinkan pencampuran warna (biru, merah, hijau) untuk menciptakan LED putih yang terang dan hemat energi, yang kemudian digunakan dalam lampu rumah, layar HP, TV, dan layar monitor. Atas kontribusi luar biasa ini, ketiga ilmuwan tersebut menerima Hadiah Nobel Fisika tahun 2014.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....