Fenomena Halo Matahari Hiasi Langit, Ini Penjelasannya
- 20 Mei 2026 09:21 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID., Bandarlampung - Fenomena halo matahari menjadi salah satu fenomena alam yang menarik perhatian masyarakat, ketika cincin cahaya berwarna pelangi tampak mengelilingi matahari di siang hari. Pemandangan langka ini sering membuat warga berhenti sejenak untuk mengabadikannya menggunakan telepon genggam karena terlihat indah dan tidak biasa.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, halo matahari merupakan fenomena optik atmosfer yang terjadi akibat pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh kristal es di awan tinggi, terutama awan cirrus dan cirrostratus.
Fenomena ini biasanya membentuk lingkaran samar dengan warna menyerupai pelangi di sekitar matahari. BMKG menjelaskan cincin halo umumnya memiliki radius sekitar 22 derajat dari pusat matahari. Bagian dalam lingkaran cenderung berwarna kemerahan, sedangkan bagian luar tampak kebiruan.
Meski terlihat unik, halo matahari bukan pertanda bencana ataupun fenomena mistis. BMKG menegaskan fenomena tersebut bersifat sementara dan tidak memengaruhi kondisi cuaca secara langsung. Halo matahari dapat muncul kapan saja ketika kondisi atmosfer mendukung terbentuknya kristal es di lapisan awan tinggi.
| Baca juga: Matahari dan Pengaruhnya pada Tubuh |
Di beberapa daerah Indonesia, fenomena halo matahari kerap menjadi perbincangan di media sosial karena dianggap jarang terjadi. Padahal, secara ilmiah fenomena ini cukup umum dan juga sering terlihat di berbagai negara lain, terutama di wilayah dengan atmosfer dingin.
Kemunculan halo matahari menjadi pengingat bahwa langit menyimpan banyak keindahan alam yang menarik untuk dipelajari. Selain memanjakan mata, fenomena ini juga dapat menjadi sarana edukasi masyarakat tentang ilmu cuaca dan atmosfer.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....