Menelusuri Sejarah Panjang Kue Tutun di Bandar Lampung

  • 17 Feb 2026 19:39 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kue Tutun, kudapan manis dengan tekstur kenyal yang khas ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa di Kota Bandar Lampung. Kehadirannya menjadi simbol doa serta harapan baik bagi siapa saja yang menikmatinya saat momen pergantian tahun.

Dikenal luas dengan sebutan lokal Kue Tutun, makanan ini merupakan hasil adaptasi tradisi ribuan tahun yang dibawa oleh para perantau ke tanah Lampung. Sejarahnya yang panjang senantiasa dikaitkan dengan makna peningkatan rezeki serta keberuntungan di masa depan.

Salah satu produsen yang masih konsisten menjaga keaslian cara pembuatannya adalah unit usaha Cap Teratai di kawasan Tanjung Karang Timur. Pemilik usaha Kue Tutun, Hasan Kurniawan, menyebut sejak tahun 1978, tempat ini terus mempertahankan kualitas rasa melalui proses pengolahan yang sangat teliti.

“Produksi kami meningkat menjadii seribu potong per hari saat menjelang hari raya. Kue ini sudah menjadi bagian dari tradisi perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa di Kota Bandar Lampung, peminatnya selalu banyak setiap tahun,” ujar Hasan Kurniawan, Selasa 17 Februari 2026.

Bahan utama berupa beras ketan harus melewati proses perendaman selama belasan jam sebelum akhirnya digiling menjadi tepung yang halus. Campuran gula yang tepat serta teknik pengukusan dalam keranjang kecil menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Setiap gigitannya melambangkan filosofi kehidupan yang diharapkan terus menanjak dan semakin manis dari tahun ke tahun. Tradisi ini terbukti mampu bertahan melintasi generasi tanpa kehilangan makna sakral yang terkandung di dalamnya.

Melalui dedikasi para pengrajin lokal, warisan budaya kuliner ini terus hidup dan mewarnai keberagaman di tengah masyarakat Lampung. Dukungan dari para pencinta kudapan tradisional menjadi energi penting bagi keberlangsungan industri rumah tangga yang telah melegenda ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....