Pedagang Pasar Bawah Ramayana Keluhkan Penurunan Pengunjung
- 17 Feb 2026 20:03 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Aktivitas perdagangan di Pasar Bawah Ramayana, salah satu pusat belanja tradisional di Bandar Lampung, kini mengalami penurunan pengunjung dibanding era sebelum pandemi COVID-19. Meski pernah menjadi surganya barang murah dan aksesoris lengkap, keberadaan pasar ini kini tak seramai dulu lagi.
Sejumlah pedagang mengaku kunjungan pembeli terus menurun sejak pandemi melanda Indonesia pada awal 2020. Perubahan kebiasaan belanja masyarakat yang beralih ke platform daring turut menjadi faktor turunnya kunjungan di pasar tradisional tersebut.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh pemilik kios, di mana omset penjualan semakin sulit menutup biaya operasional. Beberapa pedagang bahkan mulai kesulitan mempertahankan usahanya karena tidak lagi mampu bersaing dengan harga dan kemudahan belanja digital.
Seorang pedagang di Pasar Bawah Ramayana, Ratih, mengatakan tren belanja online membuat banyak pembeli enggan datang langsung ke pasar. Ia menilai selain harga, faktor kenyamanan dan waktu menjadi alasan konsumen beralih ke belanja digital.
“Dulu Pasar Bawah Ramayana ramai dari pagi sampai sore, sekarang sepi pembeli. Orang lebih sering belanja lewat ponsel karena cepat dan banyak pilihan,” ujar Ratih, Selasa 17 Februari 2026.
Pengelola pasar dan pelaku usaha berharap pemerintah daerah serta pemangku kepentingan bisa memberi dukungan agar pasar tradisional tetap bertahan. Dukungan itu dinilai penting, misalnya melalui pelatihan adaptasi digital, promosi produk lokal, atau program revitalisasi pasar.
Pasar tradisional seperti Pasar Bawah Ramayana dinilai memiliki peran penting dalam ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM kecil. Dengan strategi kolaboratif dan pemulihan ekonomi pascapandemi, pelaku usaha berharap pasar ini dapat kembali menjadi pusat belanja favorit masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....