Kacang Rebus di Pasar Malam Kemiling, Kelezatan yang Tak Pernah Pudar
- 03 Jun 2026 16:00 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandar Lampung - Di tengah hiruk-pikuk dan keramaian Pasar Malam Kemiling, Bandar Lampung, di antara deretan pedagang makanan, pakaian, dan barang kerajinan, ada satu sudut yang selalu mengundang perhatian dan memikat penciuman siapa saja yang lewat. Aroma khas yang harum, gurih, dan sedikit berasap itu berasal dari gerobak sederhana milik para pedagang kacang rebus.
Bagi warga Kemiling dan sekitarnya, kehadiran mereka bukan sekadar penjual makanan, melainkan bagian dari kenangan dan tradisi kuliner yang sudah berlangsung turun-temurun. Pasar Malam Kemiling memang dikenal sebagai pusat keramaian keluarga di akhir pekan. Suasana yang hidup, lampu-lampu warna-warni, dan deretan kuliner jalanan menjadi daya tarik utamanya.
Di antara segala macam jajanan kekinian yang bermunculan, kacang rebus tetap bertahan sebagai salah satu makanan favorit yang paling dicari. Di balik tumpukan kacang yang masih hangat, para pedagang ini bekerja dengan tekun, mempertahankan cita rasa dan kualitas yang membuat pelanggan selalu kembali lagi.
Salah satu pedagang yang sudah dikenal lama di kawasan ini adalah Mak Inah mengatakan, dirinya selalu bejualan kacang rebus kalau ada pasar malam, hasilnya lumayan, setiap malam pasti ada yang beli. Rahasia kelezatan dagangannya, menurut Mak Inah, terletak pada pemilihan bahan baku dan proses perebusan yang sabar.
"Kacang yang digunakan adalah kacang tanah pilihan, dipilih yang isinya padat dan kulitnya mulus. Sebelum direbus, kacang dicuci bersih berkali-kali agar tanah dan debu hilang," ujar Mak Inah.
Bumbu yang digunakan pun sederhana namun pas takarannya, bawang putih, daun salam, lengkuas, jahe, dan garam. Tidak ada bumbu rahasia atau penyedap buatan yang berlebihan.
"Kuncinya adalah merebusnya dalam waktu yang cukup lama dengan api sedang agar bumbu meresap sampai ke dalam biji kacang, dan teksturnya menjadi empuk namun tidak lembek," ujarnya, menambahkan.
Bagi para pembeli, membeli kacang rebus di Pasar Malam Kemiling bukan hanya soal mengenyangkan perut, tapi juga soal kebersamaan. Kacang rebus adalah camilan serbaguna.
Banyak orang membelinya untuk dimakan sambil berjalan-jalan melihat keramaian pasar, ada pula yang membungkusnya untuk dibawa pulang sebagai teman ngobrol bersama keluarga di rumah. Harganya yang sangat terjangkau membuat makanan ini bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Meski persaingan jajanan di pasar malam semakin ketat dengan munculnya berbagai jenis makanan baru dan modern, para pedagang kacang rebus tetap optimis. Mereka sadar bahwa makanan tradisional punya tempat khusus di hati masyarakat.
"Selama masih ada yang suka makan kacang rebus, saya akan tetap berjualan di sini. Ini bukan sekadar mencari nafkah, tapi menjaga rasa yang sudah menjadi kebiasaan warga Kemiling," kata Mak Inah dengan penuh semangat.
Kehadiran para pedagang kacang rebus di Pasar Malam Kemiling adalah bukti nyata bahwa kelezatan sederhana tidak akan tergantikan oleh waktu. Di balik tumpukan kacang yang hangat dan aroma yang menggugah selera, tersimpan kerja keras, ketekunan, dan cinta terhadap warisan kuliner lokal.
Bagi siapa saja yang berkunjung ke Pasar Malam Kemiling, belum lengkap rasanya jika tidak membawa pulang sebungkus kacang rebus hangat—sepotong kecil kenangan rasa yang selalu dirindukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....