Suasana Hiruk Pikuk dan Warna - Warni di Pasar Tempel, Jalan Garuda Kemiling

  • 16 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Di sudut Jalan Garuda, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, berdiri Pasar Tempel yang selalu berdenyut dengan kehidupan setiap harinya. Sejak fajar baru menyingsing, pasar ini sudah berubah menjadi pusat keramaian yang hangat, penuh dengan suara tawar-menawar, aroma makanan khas, dan senyum ramah para pedagang yang menyambut pembeli.

Saat matahari mulai naik, lorong-lorong pasar dipenuhi dengan tumpukan sayuran segar yang baru diambil dari kebun, buah-buahan lokal yang berwarna cerah, hingga ikan dan daging yang masih segar. Tidak hanya kebutuhan dapur, di sini juga tersedia pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga barang bekas yang masih layak pakai.

Para pembeli datang dari berbagai penjuru Kemiling dan sekitarnya—ada ibu rumah tangga yang mencari bahan masakan harian, pekerja yang berhenti sejenak sebelum berangkat kerja, hingga warga yang sekadar ingin berbaur dengan tetangga.

Suara tawar-menawar yang akrab terdengar di setiap sudut. Salah seorang pengunjung pasar tempel Mila mengatakan, setiap pagi sebelum berangkat kerja ia selalu ke pasar tempel, untuk berbelanja membeli sayuran, ikan, atau buah-buahan, serta bumbu dapur. Semua pedagang menjajajakan dagangannya dengan penuh harap, hari ini dagangannya akan habis terjual.

Hiruk-pikuk para penjual dan pembeli saling bersahutan, "bu, ini cabai berapa sekilonya? Boleh kurang sedikit kan?" atau "Mas, berikan yang lebih segar ya!" Semuanya berlangsung dengan santai dan penuh keakraban, tanpa rasa kaku.

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Pasar Tempel tanpa menikmati kuliner khasnya. Di pinggir pasar, pedagang menjual gorengan hangat, pempek, mie ayam, bubur ayam, dan jajanan pasar.

Banyak warga yang duduk sebentar di bangku kayu sederhana, menikmati sarapan sambil mengobrol dengan pedagang atau orang yang baru dikenal. Ini adalah tempat di mana rasa lelah pagi hari hilang berganti dengan rasa kenyang dan senang.


Pasar Tempel bukan hanya tempat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Ia adalah jantung kehidupan sosial di Kemiling. Di sini, batas antara kaya dan miskin hilang sejenak—semua orang berbaur, saling menyapa, dan berbagi cerita. Meskipun infrastrukturnya sederhana, kehangatan dan keramahan yang ada di dalamnya membuat siapa pun yang datang merasa seperti di rumah sendiri.

Saat matahari mulai terbenam, keramaian perlahan mereda. Pedagang mulai membereskan sisa dagangan, dan pasar kembali tenang—menunggu fajar esok hari untuk kembali berdenyut dengan kehidupan yang sama hangatnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....