Dakwah Digital Dinilai Efektif Jangkau Generasi Muda
- 04 Okt 2026 03:48 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Media sosial dinilai memiliki peluang besar menjadi sarana dakwah karena mampu menjangkau masyarakat tanpa dibatasi ruang dan tempat. Platform digital juga dianggap relevan untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada generasi muda yang dekat dengan kehidupan media sosial.
Penyuluh Agama Islam Kota Banda Aceh, Ustaz Sahrial, dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh, Jumat 2 Oktober 2026, mengatakan dakwah melalui media sosial dapat dilakukan melalui berbagai platform publik seperti Facebook, TikTok, YouTube dan Instagram. Menurutnya, jangkauan pesan melalui platform digital dapat lebih luas dibandingkan dakwah yang hanya disampaikan di tempat tertentu.
"Dakwah via medsos itu adalah upaya mengajak manusia ke arah kebaikan dengan satu platform, baik itu Facebook, TikTok, YouTube, Instagram dan lain-lain yang sifatnya itu publik," ujar Ustaz Sahrial. Ia menilai pesan kebaikan yang disampaikan secara digital dapat diterima oleh orang yang bahkan tidak dikenal oleh pembuat konten.
Menurutnya, apabila seseorang menyampaikan ayat, hadis atau nasihat melalui media sosial dan kemudian diamalkan oleh orang lain, hal tersebut dapat menjadi bentuk amal yang terus memberikan manfaat. Karena itu, media sosial tidak hanya dapat digunakan untuk hiburan atau mengikuti tren, tetapi juga untuk menyampaikan pengetahuan dan nilai-nilai positif.
Ustaz Sahrial secara khusus menyoroti kedekatan generasi muda dengan media digital. Ia mengatakan kelompok muda yang sehari-hari aktif di media sosial dapat menjadi sasaran dakwah dengan pendekatan yang sesuai dengan kebiasaan mereka.
"Anak-anak muda kita sekarang ini atau lebih diistilahkan dengan Gen Z, mereka kadang dengan nuansa modernnya itu enggak mau lagi duduk untuk ikut majelis-majelis taklim," katanya. Menurutnya, penyampaian pesan keagamaan melalui media sosial dapat menjadi alternatif untuk mengenalkan nilai-nilai kebaikan kepada kelompok tersebut.
Meski demikian, Ustaz Sahrial menegaskan dakwah digital tidak cukup hanya dengan menyampaikan pesan yang benar. Cara penyampaiannya juga perlu diperhatikan agar tidak menggunakan bahasa kasar, cacian maupun tekanan yang justru dapat membuat orang lain menjauh.
Ia mengutip prinsip menyampaikan ajakan dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Menurutnya, pesan yang baik dapat kehilangan manfaat apabila disampaikan dengan bahasa yang tidak santun atau membuat orang lain merasa disakiti.
Dalam dialog tersebut, Ustaz Sahrial juga menjelaskan bahwa tanggung jawab menyebarkan kebaikan bukan hanya berada pada ulama atau pendakwah. Setiap orang dapat mengambil bagian melalui konten sederhana, termasuk meneruskan nasihat yang berasal dari sumber terpercaya.
"Menyampaikan kebaikan itu adalah kewajiban kita bersama, mau ustaz ataupun bukan ustaz," ujarnya. Ia mengatakan masyarakat dapat menggunakan telepon genggam yang dimiliki untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat kepada khalayak.
Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan keinginan memperoleh pengikut atau menjadi viral sebagai satu-satunya tujuan membuat konten. Menurutnya, konten yang mengejar perhatian tetapi mengandung unsur keburukan justru dapat menimbulkan persoalan apabila diikuti atau ditiru orang lain.
Ustaz Sahrial juga mengingatkan pentingnya peran media sosial dalam mendorong amar makruf nahi mungkar melalui cara yang tepat. Menurutnya, mencegah keburukan tidak selalu harus dilakukan secara langsung, tetapi dapat dilakukan melalui tulisan, contoh maupun konten yang mendorong masyarakat memilih tindakan baik.
Ia menambahkan, pengguna media sosial perlu menjadi pihak yang mampu mengendalikan dirinya ketika berada di ruang digital. "Jangan sampai kita dikuasai oleh media sosial, tapi bagaimana kitalah yang bijaksana menguasai media sosial," katanya.
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah pada akhirnya membutuhkan keseimbangan antara kreativitas, ketepatan informasi dan etika komunikasi. Dengan pendekatan yang santun dan konten yang dapat dipertanggungjawabkan, ruang digital dapat digunakan untuk memperluas pesan kebaikan tanpa mengabaikan tanggung jawab penggunanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....