Densus 88 Edukasi Mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry Hadapi Tantangan Digital

  • 26 Agt 2026 17:11 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • • Densus 88 bekali 933 mahasiswa baru FEBI UIN Ar-Raniry wawasan kebangsaan dan literasi digital.
  • • Mahasiswa diingatkan mewaspadai narasi IRET, NVE, dan penyalahgunaan komunitas TCC di ruang digital.
  • • Mahasiswa didorong menjadi agen perubahan dan mitra pencegahan ekstremisme di kampus dan masyarakat.

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh Densus 88 Antiteror Polri memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital kepada 933 mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus UIN Ar-Raniry, kawasan Darussalam, Aceh Besar, Rabu (26/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Pembekalan mengangkat tema “Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Literasi Digital dalam Upaya Pencegahan Paham IRET dan Paham NVE (Nihilistic Violent Extremism) atau Grup TCC (True Crime Community) di Era Digital.”

Pemateri dari Tim Pencegahan Satgaswil Aceh, Aipda Azwar, S.Sos., M.Si., mengatakan penguatan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan persatuan penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh narasi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi digital yang baik untuk menyaring berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

“Di era perkembangan teknologi informasi, literasi digital menjadi sangat penting. Mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, memeriksa sumbernya, dan mampu membedakan mana konten yang edukatif dan mana yang berpotensi memprovokasi,” jelas Azwar.

Dalam kegiatan tersebut, Densus 88 juga menyoroti ancaman paham Nihilistic Violent Extremism atau NVE serta fenomena True Crime Community atau TCC. Mahasiswa diimbau mewaspadai konten yang menormalisasi, mengagungkan, maupun membenarkan tindakan kekerasan di media sosial.

Melalui kegiatan yang dikoordinasikan Katim Pencegahan Satgaswil Aceh, Iptu Said Martunis, S.H., mahasiswa diajak menggunakan media sosial secara bijak dan kritis. Ruang digital diharapkan dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan informasi positif serta membangun komunikasi yang sehat di tengah keberagaman.

Sementara itu, pihak FEBI UIN Ar-Raniry menyambut baik pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa baru. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat karakter mahasiswa sekaligus membangun kesadaran dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.

Sinergi Densus 88 dan UIN Ar-Raniry diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan perguruan tinggi dari berbagai pengaruh negatif di era digital.

Mahasiswa baru juga didorong tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi bertransformasi menjadi agent of change dan mitra pencegahan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dengan bekal wawasan kebangsaan dan literasi digital yang kuat, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, toleran, kritis, dan memiliki kepedulian dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....