Hari Ketiga, Remaja Tenggelam di Pantai Lhok Ketapang Belum Ditemukan
- 26 Agt 2026 13:07 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar – Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap seorang pemuda yang diduga tenggelam di Pantai Lhok Ketapang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Hingga hari ketiga operasi SAR, Selasa 25 Agustus 2026, korban bernama Juanda (19), warga Syiah Kuala, Banda Aceh, belum ditemukan.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan pencarian hari ketiga dimulai pukul 07.30 WIB dengan memperluas area penyisiran ke sejumlah sektor yang telah ditentukan. Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua tim untuk melakukan pencarian melalui jalur laut, darat, dan udara.
"Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan RIB 04 Basarnas Aceh sejauh dua mil laut ke arah barat-barat laut dari lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP), dengan pola pencarian paralel. Pada pukul 11.30 WIB, pencarian dilanjutkan dari LKP ke arah barat hingga perairan Lange," kata Al Hussain Rabu 26 Agustus 2026.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, Tim SAR gabungan memperluas pencarian dari perairan Pulau Nasi menuju perairan Pulau Bunta. Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai menggunakan drone sejauh sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian sekaligus melakukan pemantauan udara.
"Hingga operasi pencarian dihentikan pada pukul 17.30 WIB kemarin, Juanda belum ditemukan. Tim SAR gabungan kemudian kembali ke posko Ulee Lheue dan pencarian dilanjutkan pada Rabu 26 Agustus 2026 dengan memperluas area penyisiran," ujarnya.
Kronologi kejadian
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 23 Agustus 2026 sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu, Juanda bersama tujuh orang rekannya sedang melakukan camping di Pantai Lhok Ketapang setelah menginap semalaman. Korban diduga terseret arus laut ketika sedang membersihkan perlengkapan sebelum pulang.
Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menarik Juanda menggunakan tali. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh menerima laporan kejadian pada Minggu sekitar pukul 12.28 WIB dari salah seorang teman korban.
Tim SAR Alami Kendala
Dalam operasi pencarian, tim menghadapi kendala berupa angin kencang dan gelombang laut yang mencapai sekitar 1,5 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menghambat proses penyisiran di wilayah perairan.
Operasi SAR melibatkan Basarnas Banda Aceh, Polsek Peukan Bada, Koramil Peukan Bada, Pos TNI AL Lhoknga, RAPI, serta masyarakat. Sejumlah peralatan yang digunakan antara lain satu unit double cabin, RIB 04 Basarnas Aceh, peralatan SAR perorangan, responder bag, dan drone.
Hingga berakhirnya pencarian hari ketiga, status Juanda masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian masih berlanjut dengan memperluas wilayah pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....