Satpol PP dan WH Awasi Aktivitas Remaja hingga Larut Malam di Banda Aceh

  • 02 Sep 2026 10:10 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Aktivitas anak dan remaja hingga larut malam di sejumlah warung kopi dan tempat nongkrong menjadi perhatian Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat pengawasan bersama karena lingkungan pergaulan dapat memengaruhi perilaku serta tumbuh kembang anak.

Sekretaris Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Evendi, S.Ag mengatakan aktivitas masyarakat di sejumlah lokasi pada malam hari semakin ramai, termasuk keberadaan anak dan remaja meskipun jumlahnya dinilai lebih terbatas dibandingkan kalangan mahasiswa. Menurutnya, pengawasan terhadap anak tidak hanya dilakukan pada malam hari, tetapi juga siang dan sore, terutama menjelang waktu Magrib.

"Untuk fenomena sekarang ini memang di Banda Aceh pada larut malam makin ramai di tempat-tempat tertentu, bukan untuk bagian anak saja, mungkin semua masyarakat," ujar Evendi dalam dialog Indonesia Layak Anak di RRI Banda Aceh, Minggu, 30 Agustus 2026.

Ia menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan bersama masyarakat dan unsur terkait untuk mencegah aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Evendi menyebut, dalam kegiatan patroli pihaknya masih menemukan anak di bawah umur yang merokok maupun bolos sekolah dan kemudian memberikan pembinaan. Anak yang ditemukan selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP dan WH untuk mendapatkan pembinaan serta dipanggil orang tuanya agar pengawasan dapat dilanjutkan di lingkungan keluarga.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Banda Aceh, Farra Athaya Kamila, menilai fenomena anak menghabiskan waktu hingga larut malam tidak dapat hanya diselesaikan melalui teguran. Menurutnya, orang dewasa dan teman sebaya juga memiliki peran untuk saling mengingatkan ketika menemukan perilaku yang berpotensi membahayakan anak.

"Menurut Farra ini pencegahannya itu tidak hanya lewat lisan atau edukasi semata, tapi juga aksi langsung ketika kita melihat atau orang dewasa sekitar melihat ikut langsung menegur," kata Farra. Ia menilai anak dan remaja membutuhkan ruang berekspresi yang aman agar keinginan untuk berkumpul dan beraktivitas dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih positif.

Farra juga mendorong pemerintah menyediakan ruang serta kegiatan khusus bagi anak dan remaja, sehingga mereka memiliki alternatif untuk menyalurkan energi, kreativitas dan keinginan bersosialisasi. Ia menilai pengawasan orang tua tetap penting meskipun anak sudah memasuki usia remaja karena pada fase tersebut mereka masih membutuhkan pendampingan dan edukasi.

Menurut Farra, menciptakan Kota Banda Aceh sebagai kota layak anak membutuhkan keterlibatan pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat dan anak itu sendiri. Pengawasan yang berjalan beriringan dengan penyediaan ruang positif diharapkan mampu memastikan anak tetap dapat menikmati masa remaja tanpa harus terjerumus dalam aktivitas yang berisiko terhadap keselamatan dan masa depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....