Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Paskibra Ajarkan Arti Solid dalam Tim
- 09 Sep 2026 22:09 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Menjadi anggota Paskibra membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berdiri tegap dan mengikuti aba-aba, karena setiap anggota dituntut mampu menjaga kekompakan, mengendalikan emosi dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan tim. Pengalaman tersebut dirasakan tiga anggota Tim Ekskul Paskibra SMA Negeri 1 Banda Aceh yang berbagi cerita di Pro 2 RRI Banda Aceh, Selasa, 8 September 2026.
Algian Rivano Fahrezi mengatakan tantangan terbesar dalam kegiatan Paskibra dapat muncul ketika salah satu anggota mengalami kelelahan atau tekanan menjelang penampilan maupun seleksi. Menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan secara bersama karena kesalahan atau tekanan yang dialami satu orang dapat memengaruhi anggota lainnya. “Kita ini pertim, jangan egois, jangan apa-apalah seperti itu,” kata Algian.
Ia menilai setiap anggota harus mampu menyelesaikan persoalan secara bersama dan tidak memikul beban seorang diri, terutama ketika menghadapi tekanan sebelum tampil. “Jangan sendiri-sendiri, kalau sendiri-sendiri beban tertumpuk, jika seorang itu sudah stres, maka tim sendiri yang kena batunya,” ujarnya, menekankan pentingnya komunikasi dan rasa tanggung jawab dalam kelompok.
Fatanul Mubin juga mengakui bahwa rasa lelah pernah membuatnya hampir meninggalkan kegiatan Paskibra, namun ia kemudian kembali mengingat alasan awal mengikuti kegiatan tersebut. “Kalau capek kayak gini, daripada Fatan keluar, Fatan mikir lagi tujuan Fatan awal masuk Paskibra itu untuk apa,” ungkap Fatan, yang memilih melanjutkan latihan hingga mengikuti proses seleksi bersama rekan-rekannya.
Sementara itu, Nathania Putri Dirwansyah memiliki cara tersendiri ketika menghadapi persoalan dalam tim, terutama ketika muncul perbedaan pendapat atau emosi antaranggota. “Kalau misalnya Nata sudah kesuat emosi, sudah kesal kali itu Nata milih diam dulu,” jelas Nathania, sebelum persoalan dibicarakan kembali melalui evaluasi bersama setelah kegiatan selesai.
Menurut Nathania, evaluasi menjadi salah satu cara agar setiap anggota memiliki kesempatan menyampaikan pandangan dan tidak hanya mendengarkan keputusan dari satu pihak. “Enggak cuma suara kita doang yang didengar sama teman-teman, tapi kita juga dengar suara teman-teman, jadi teman-teman juga merasa oh aku dilibatkan,” katanya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa Paskibra dapat menjadi sarana pembelajaran karakter bagi pelajar, khususnya dalam membangun kedisiplinan, kepemimpinan, komunikasi dan kemampuan mengelola konflik. Bagi ketiga pelajar SMA Negeri 1 Banda Aceh tersebut, kekompakan bukan sekadar tuntutan saat berada di lapangan, melainkan nilai yang perlu dibawa dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi berbagai tantangan secara bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....