Arus Bawah Laut Hambat Pencarian WNA Malaysia yang Hilang saat Diving di Sabang

  • 16 Sep 2026 12:57 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Sabang – Tim SAR gabungan menghadapi kendala arus bawah laut yang kuat dan jarak pandang terbatas dalam upaya mencari seorang wisatawan asal Malaysia bernama Ho Wee Han (49) yang hilang saat menyelam di perairan Shark Plateau, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.

"Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menghambat pencarian korban," kata Kepala Basarnas Banda Aceh Al Hussain di Banda Aceh Rabu 16 September 2026.

Ho Wee Han dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas diving bersama tiga penyelam lainnya pada Jumat 11 September 2026 sekitar pukul 15.05 WIB. Saat penyelaman berlangsung pada kedalaman sekitar 20 meter, arus bawah laut semakin kuat dan menyebabkan para penyelam terseret hingga kedalaman sekitar 30 meter.

Dalam kondisi tersebut, keberadaan Ho Wee Han kemudian tidak lagi terlihat oleh pendamping diving. Upaya pencarian awal dari permukaan laut selama sekitar 30 menit belum membuahkan hasil. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Tim SAR.

Pada pencarian hari kedua hingga hari kelima belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan juga melakukan penyelaman di sejumlah lokasi yang dicurigai, termasuk kawasan Batee Tokong, Shark Plateau, Selako Trip dan Batee Glah. Penyelaman dilakukan pada kedalaman hingga sekitar 50–60 meter.

Dalam operasi bawah permukaan, tim menghadapi kondisi arus yang cukup kuat serta jarak pandang yang terbatas. Jarak pandang di sejumlah lokasi penyelaman dilaporkan hanya sekitar 0,5 hingga 1 meter, sehingga menyulitkan penyelam melakukan penyisiran," ujar Al Hussain.

Tim penyelam melakukan operasi pencarian terhadap seorang WNA asal Malaysia yang hilang saat Diving di objek wisata pantai Iboih, Sabang (Foto: DOk Basarnas)

Atas pertimbangan keselamatan dan hasil evaluasi bersama, pencarian melalui penyelaman kemudian dihentikan sementara. "Tim SAR tetap melanjutkan pencarian dari permukaan laut dengan memperluas wilayah penyisiran," katanya.

Al Hussain mengungkapkan, pada hari kelima, Selasa 15 September 2026 pencarian permukaan diperluas hingga radius 7 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian. Tim dibagi menjadi empat kelompok menggunakan sejumlah rigid inflatable boat (RIB) untuk menyisir ke berbagai arah.

Memasuki hari keenam, Rabu 16 September 2026, Tim SAR gabungan kembali memperluas area pencarian hingga radius 10 NM dari lokasi kejadian. Dua unit RIB dikerahkan, masing-masing menyisir ke arah Batu Rondo serta sepanjang sisi tebing dari Pulau Selako hingga Kilometer Nol.

"Selain arus bawah laut, kondisi cuaca dan laut juga menjadi perhatian selama operasi. Cuaca secara umum cerah berawan hingga berawan, dengan tinggi gelombang sekitar 0,5–1,5 meter dan kecepatan angin mencapai sekitar 15 knot dari arah timur laut," beber Al Hussain.

Hingga hari keenam operasi SAR, Ho Wee Han masih belum ditemukan. Pencarian yang melibatkan unsur Pos SAR Sabang, Polres Sabang, Polsek Sukamakmue, Pol Airud Sabang, TNI AL, Polisi Pariwisata Iboih, penyelam Iboih Dive Center, BPBD Sabang, serta masyarakat dan nelayan setempat masih berlanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....