Alih Fungsi Lahan, Ancaman Serius Bagi Hutan Mangrove

  • 06 Apr 2026 06:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Alih fungsi lahan menjadi ancaman serius bagi kelestarian mangrove di Aceh.

Konversi kawasan mangrove menjadi tambak dan permukiman terus terjadi.

Dr. Irma Dewiyanti dalam dialog Green Radio RRI, Sabtu 4 April 2026 mengatakan, aktivitas manusia menjadi penyebab utama kerusakan ekosistem pesisir.

Penebangan mangrove untuk tambak mendominasi perubahan fungsi lahan.

Ia menjelaskan, secara teori perbandingan ideal adalah empat hektare mangrove dan satu hektare tambak.

Namun praktik di lapangan justru sebaliknya.

Selain alih fungsi lahan, pencemaran sampah juga memperburuk kondisi mangrove.

Sampah plastik dapat menutup akar sehingga mengganggu proses pernapasan tanaman.

Dampak kerusakan mangrove dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.

Hasil tangkapan nelayan seperti ikan, udang, dan kepiting semakin berkurang.

Mangrove berfungsi sebagai tempat mencari makan, pemijahan, dan pembesaran biota laut.

Hilangnya ekosistem ini berdampak pada penurunan ekonomi masyarakat.

Selain itu, mangrove berperan sebagai benteng alami pesisir.

Vegetasi ini mampu mengurangi abrasi, angin kencang, dan intrusi air laut.

Dalam konteks perubahan iklim, mangrove juga berfungsi menyerap karbon.

Kemampuan ini membantu menekan laju pemanasan global.

Namun, kurangnya pengawasan dan implementasi kebijakan memperparah kondisi.

Banyak kawasan mangrove terbengkalai tanpa monitoring berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga mangrove.

Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci pelestarian.

Edukasi kepada masyarakat juga diperlukan untuk pemanfaatan berkelanjutan.

Salah satunya melalui pengolahan buah mangrove menjadi bahan bakar alternatif.

Ia mengingatkan, menjaga mangrove berarti melindungi kehidupan di pesisir.

Kelestarian sabuk hijau ini berperan penting bagi masa depan lingkungan dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....