Pohon Tumbang Renggut Nyawa di Pidie harus jadi Alarm Keselamatan Jalan di Aceh

  • 17 Agt 2026 20:52 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh – Tragedi pohon tumbang yang menewaskan tujuh orang di Gampong Tanjong Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, menjadi alarm untuk mengevaluasi sistem keselamatan jalan di seluruh Aceh. Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan dan perawatan pohon, terutama yang berada di sekitar ruas jalan dan kawasan yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam Dialog Banda Aceh Menyapa Programa 1 RRI Banda Aceh, Kamis, 13/8/2026, yang menghadirkan Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Dedek Hadi I, S.Hut., M.Si., serta Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBA, Yudhie Satria, SST., MPSSp.

Tragedi terjadi pada Selasa malam, 11 Agustus 2026, ketika sebuah pikap minibus yang membawa 12 penumpang tertimpa pohon besar di jalan nasional Gampong Tanjong Krueng, Pidie. Tujuh penumpang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBA, Yudhie Satria mengatakan, pohon tumbang pada dasarnya lebih tepat dipandang sebagai musibah, sementara faktor pemicunya dapat berkaitan dengan berbagai ancaman, seperti angin kencang dan cuaca ekstrem.

Menurut Yudhie, keberadaan pohon tetap penting bagi lingkungan, tetapi pohon yang berada di lokasi publik harus mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi membahayakan masyarakat apabila tumbang atau mengalami patah dahan.

“Pohon itu penting, pohon itu perlu. Cuma yang namanya makhluk hidup punya batas umur,” kata Yudhie dalam dialog tersebut.

Karena itu, ia mendorong pemeriksaan secara berkala terhadap pohon-pohon yang berada di pinggir jalan, tempat berkumpul masyarakat, maupun kawasan permukiman. Pohon yang sudah tidak layak, menurut dia, perlu diremajakan, sementara dahan yang berisiko dapat dipangkas untuk mengurangi potensi korban.

Yudhie menekankan, mitigasi tidak berarti menebang seluruh pohon yang berada di sekitar jalan. Sebaliknya, pemerintah dan masyarakat perlu memastikan pohon tetap terawat sehingga fungsi ekologisnya tidak hilang sekaligus tidak menjadi ancaman keselamatan.

Yudhie menambahkan, informasi peringatan dini cuaca dari BMKG maupun lembaga kebencanaan seharusnya tidak berhenti sebagai informasi. Peringatan mengenai potensi angin kencang atau cuaca ekstrem perlu diikuti tindakan mitigasi di lapangan.

Sebelum cuaca ekstrem terjadi, pemerintah daerah dan masyarakat dapat memeriksa pohon, bangunan, atap rumah, serta berbagai objek lain yang berpotensi menimbulkan korban.

“Tujuan dari mitigasi supaya kalau bencana terjadi pun, kalau memang tidak mungkin kita hindari lagi, itu bisa kita kurangi korbannya atau kerugiannya,” ujarnya.

Menurut Yudhie, mitigasi juga dapat diperkuat melalui Desa Tangguh Bencana. Masyarakat di tingkat desa perlu memiliki pemahaman dan kesiapsiagaan untuk melakukan tindakan sebelum terjadi bencana.

Ia menilai masyarakat tidak cukup hanya menunggu pemerintah bertindak. Warga juga perlu peka terhadap kondisi lingkungan di sekitar rumah, kebun, maupun jalan yang mereka gunakan sehari-hari.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Dedek Hadi I, S.Hut., M.Si., serta Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBA, Yudhie Satria, SST., MPSSp. dalam Dialog Banda Aceh Menyapa Programa 1 RRI Banda Aceh, Kamis, (13/8) Foto : RRI/Lis

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Dedek Hadi mengatakan, tanaman di sepanjang jalan memiliki sejumlah fungsi penting. Selain memberikan nilai estetika, pohon berperan sebagai peneduh, membantu menyerap karbon dari kendaraan bermotor, serta dapat menjadi ciri khas suatu wilayah.

Namun, fungsi tersebut harus diikuti dengan perawatan karena pohon merupakan organisme hidup yang terus tumbuh dan mengalami perubahan.

“Setiap tahun wajib sebenarnya dimonitoring, sehingga kita tahu mana pohon-pohon yang memang harus dilakukan regenerasi dan mana pohon yang harus dilakukan pemangkasan,” ujar Dedek.

Menurutnya, pemantauan menjadi semakin penting bagi pohon yang berada di dekat jaringan listrik maupun badan jalan. Kondisi batang, percabangan, dan pertumbuhan pohon perlu diperiksa untuk mengetahui potensi bahayanya.

Dedek juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah Pidie, pohon yang tumbang dalam tragedi tersebut diduga bukan merupakan tanaman turus jalan, melainkan tanaman yang berada di lahan masyarakat dan berfungsi sebagai pembatas lahan.

Ia menyebut jenis pohon tersebut sebagai kuda-kuda atau yang dikenal dengan nama ilmiah Anacardium.

Kondisi pohon juga menjadi perhatian karena terdapat ban bekas yang dikalungkan pada batang. Menurut Dedek, kondisi tersebut dapat mengganggu pertumbuhan pohon dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan tanaman, termasuk meningkatkan kerapuhan batang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih perlu divalidasi lebih lanjut untuk memastikan status lahan dan fungsi pohon sebelum kejadian.

Dedek mengingatkan agar tragedi di Pidie tidak ditanggapi dengan menebang seluruh pohon di sepanjang jalan. Evaluasi justru perlu diarahkan pada pemilihan jenis tanaman, lokasi penanaman, kondisi pohon, serta pola perawatannya.

Untuk kawasan perkotaan, ia mencontohkan sejumlah tanaman yang relatif mudah dirawat dan tidak memiliki ukuran terlalu besar, seperti tanjung, pucuk merah, dan jenis tanaman lain yang memenuhi fungsi estetika serta ekologis.

Pohon berukuran besar yang memiliki kayu kuat dapat ditempatkan dengan jarak yang aman dari badan jalan dan tetap mendapat perawatan secara berkala.

“Yang paling aman adalah tanaman-tanaman yang kami sebutkan tadi,” kata Dedek.

Ia menilai tragedi Pidie seharusnya menjadi pembelajaran untuk melakukan evaluasi terhadap tanaman yang saat ini berada di sepanjang jalan. Pohon yang masih memenuhi fungsi dan standar keselamatan dapat dipertahankan, sedangkan pohon yang berisiko dapat dipangkas atau diganti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....