Ramadan Latih Disiplin dan Kendali Diri
- 15 Mar 2026 05:15 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai sarana melatih kedisiplinan dan pengendalian diri bagi umat Islam. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah Ramadan berakhir.
Anggota MPW BKPRMI Aceh, Nadiatul Hikmah, S.Ag., M.Ag., mengatakan Ramadan memiliki banyak hikmah yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat. Salah satunya adalah melatih umat Islam untuk hidup lebih teratur dan disiplin dalam menjalankan aktivitas.
“Hikmah Ramadan itu luar biasa sekali. Kalau kita kaji, seolah tidak pernah habis, karena dari awal menyambut Ramadan saja sudah ada persiapan lahir dan batin,” ujar Nadiatul Hikmah dalam program Tauladan Pro 2 RRI Banda Aceh pada Jumat 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, ibadah puasa mengajarkan umat Islam untuk mengatur waktu dengan baik, mulai dari sahur, salat, hingga berbuka puasa. Kebiasaan ini secara tidak langsung membentuk pola hidup yang lebih tertib dan terarah.
“Dalam Ramadan semua sudah diatur waktunya, mulai dari sahur, salat lima waktu, sampai berbuka puasa. Ini sebenarnya latihan kedisiplinan bagi kita,” katanya.
Menurutnya, Ramadan juga menjadi momen penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan dengan Allah SWT. Umat Islam didorong memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta melakukan berbagai amal kebaikan.
“Kalau di bulan Ramadan kita bisa membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, seharusnya setelah Ramadan pun kebiasaan baik itu tetap dilanjutkan,” ujarnya.
Selain itu, Ramadan juga mengajarkan nilai kesabaran dan pengendalian diri dari berbagai godaan. Tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga sikap, perkataan, serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan diri dari perbuatan yang tidak baik. Itu yang sebenarnya menjadi tujuan utama dari puasa,” kata Nadiatul Hikmah.
Ia menambahkan, suasana Ramadan sering kali membuat hati terasa lebih tenang dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini karena umat Islam lebih banyak melakukan aktivitas ibadah dan menjauh dari hal-hal negatif.
“Banyak orang merasa hati lebih tenang di bulan Ramadan karena kita lebih dekat dengan Allah dan lebih fokus pada ibadah,” ucapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar semangat beribadah tidak hanya muncul di awal Ramadan saja. Konsistensi dalam menjalankan ibadah hingga akhir Ramadan menjadi hal yang sangat penting.
“Kadang di awal Ramadan masjid penuh, tapi di pertengahan dan akhir mulai berkurang. Padahal sepuluh hari terakhir justru menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah,” ujarnya.
Nadiatul Hikmah berharap masyarakat dapat memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ia juga mengajak umat Islam mempertahankan kebiasaan baik yang terbentuk selama Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai setelah Ramadan kita kembali ke kebiasaan lama. Jadikan Ramadan sebagai latihan untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....