Cek 5 Faktor Risiko Sindrom Metabolik, Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Sehat
- 10 Sep 2026 12:14 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kesadaran masyarakat terhadap penyakit tidak menular kembali disorot dalam program Dialog Klinik Angkasa yang digelar RRI Banda Aceh bekerja sama dengan Prodia. Mengusung tema "Sindrom Metabolik: Bom Waktu di Balik Gaya Hidup Modern", dialog ini disiarkan langsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 10.00 - 11.00 WIB melalui RRI Pro 1 Banda Aceh 97.7 FM dan kanal YouTube RRI Banda Aceh LIVE.
Hadir sebagai narasumber dr. Ulva Yogia Guslaf, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam. Acara dipandu oleh presenter Khaira dan dibuka dengan sesi tanya jawab interaktif bersama pendengar melalui telepon 0651-44336 dan WhatsApp 0852-8285-4445.
Dalam pemaparannya, dr. Ulva menjelaskan bahwa sindrom metabolik bukanlah satu penyakit tunggal. Melainkan kumpulan dari beberapa kondisi yang muncul bersamaan dan meningkatkan risiko penyakit serius.
"Minimal ada 3 dari 5 kriteria ini: lingkar perut berlebih, tekanan darah tinggi, gula darah puasa tinggi, trigliserida tinggi, dan kolesterol HDL rendah. Kalau 3 sudah terpenuhi, itu sudah masuk sindrom metabolik," terang dr. Ulva.
Ia menyebut sindrom ini disebut "bom waktu" karena dampaknya tidak langsung terasa. Namun dalam jangka panjang dapat memicu diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal ginjal.
Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu Utama
dr. Ulva menyoroti perubahan pola hidup masyarakat kota, termasuk di Banda Aceh, sebagai faktor utama meningkatnya kasus. Pola makan cepat saji, konsumsi minuman manis, kurang aktivitas fisik, dan jam tidur yang tidak teratur disebutnya sebagai pemicu.
| Baca juga: Kenali Faktor Risiko Kanker Nasofaring |
"Ditambah stres kerja dan jarang cek kesehatan. Banyak pasien datang saat sudah komplikasi. Padahal kalau deteksi dini, ini bisa dicegah," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sindrom metabolik kini tidak hanya menyerang usia 40 tahun ke atas. Data terbaru menunjukkan pasien usia 20-30 tahun juga mulai banyak ditemukan, terutama yang memiliki riwayat keluarga diabetes dan obesitas.
Edukasi dan Deteksi Dini Kunci Pencegahan
Dalam dialog, Prodia sebagai mitra kesehatan turut mengajak masyarakat untuk rutin melakukan medical check up. Pemeriksaan sederhana seperti cek gula darah, tekanan darah, profil lipid, dan lingkar perut sudah cukup untuk skrining awal.
"Jangan tunggu sakit dulu baru periksa. Setahun sekali cek itu penting, apalagi kalau punya faktor risiko," kata dr. Ulva.
Beberapa tips pencegahan yang disampaikan antara lain, Atur pola makan: perbanyak sayur, buah, protein tanpa lemak, dan kurangi gula serta makanan olahan.
Aktif bergerak: minimal 150 menit olahraga ringan hingga sedang per minggu
Kelola stres denga tidur cukup 7-8 jam dan luangkan waktu untuk istirahat
Stop merokok dan batasi alkohol dan Rutin kontrol kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....