Waspada Fibrilasi Atrium! Gangguan Irama Jantung Bisa Sebabkan Stroke Mendadak

  • 12 Sep 2026 16:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Memperingati World Heart Day 2026, RRI Banda Aceh kembali menggelar program Dialog Klinik Angkasa untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya gangguan irama jantung.

Dialog kali ini mengangkat tema "Waspada Fibrilasi Atrium, Gangguan Irama Jantung Berisiko Stroke" Sabtu, 12 September 2026 pukul 10.00 - 11.00 WIB.

Hadir sebagai narasumber dr. Muhammad Muqsith, Sp.JP(K)-FIHA,FAsCC, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan.

Dalam dialog, dr. Muqsith menjelaskan bahwa Fibrilasi Atrium atau AF adalah gangguan irama jantung paling umum. Pada kondisi ini, serambi jantung bergetar tidak teratur sehingga darah bisa menggumpal.

"Fibrilasi Atrium itu ibarat pompa air yang jalannya tersendat-sendat. Darah yang tidak terpompa sempurna bisa mengendap dan membentuk gumpalan. Kalau gumpalan itu lepas dan menyumbat pembuluh darah di otak, maka terjadilah stroke," jelas dr. Muqsith.

Menurutnya, bahaya AF adalah gejalanya sering tidak terasa. Banyak pasien baru tahu setelah terkena stroke.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai adalah Jantung berdebar-debar tidak teratur. Mudah lelah dan sesak napas saat aktivitas ringan. Pusing atau nyeri dada, dan Pingsan pada kasus yang berat.

dr. Muqsith menyebut ada beberapa faktor risiko AF, di antaranya usia di atas 60 tahun, hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, obesitas, dan kebiasaan merokok serta minum alkohol.

"World Heart Day ini momentum untuk kita cek kesehatan jantung. Deteksi dini itu penting. Cukup dengan rekam jantung atau EKG kita bisa tahu ada irama yang tidak normal atau tidak," ujarnya.

Untuk mencegah komplikasi, dr. Muqsith menekankan 3 hal penting: kontrol faktor risiko, minum obat pengencer darah sesuai resep dokter, dan pola hidup sehat.

"Jaga tekanan darah, jaga gula darah, olahraga teratur, dan berhenti merokok. Bagi yang sudah terdiagnosis AF, jangan berhenti minum obat sendiri karena risiko stroke sangat tinggi," pesannya.

Di akhir dialog, ia mengajak masyarakat untuk rutin cek kesehatan jantung. "Jantung sehat, hidup berkualitas. Jangan tunggu sampai stroke baru panik," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....