Jangan Tertipu Tubuh Kurus, Periksa Lemak Viseral
- 02 Sep 2026 18:09 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Memiliki tubuh yang terlihat kurus tidak selalu berarti terbebas dari risiko gangguan metabolik. Seseorang dengan bentuk tubuh langsing tetap dapat mengalami penumpukan lemak viseral, yaitu lemak yang berada di sekitar organ-organ dalam tubuh.
Hal tersebut disampaikan dokter spesialis anak dr. Ina Julia Sari, Sp. A, dalam program siaran Asokaya Programa 4 RRI Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026). Dialog tersebut membahas tentang “Berat Badan Naik, Tapi Kok Terlihat Kurus”.
| Baca juga: Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan Anak |
Ia menjelaskan, sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi yang saling berkaitan, antara lain obesitas sentral, tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, kadar kolesterol HDL rendah, serta peningkatan gula darah puasa. Seseorang dapat dikategorikan mengalami sindrom metabolik apabila sedikitnya tiga dari lima kriteria tersebut terpenuhi.
“Yang perlu menjadi perhatian, penampilan fisik tidak selalu menggambarkan kondisi metabolisme seseorang. Orang yang terlihat kurus tetap dapat memiliki lemak viseral dalam jumlah berlebih. Kondisi tersebut kerap digambarkan dengan istilah “thin outside, fat inside”, atau tampak kurus dari luar tetapi memiliki penumpukan lemak di dalam tubuh,” ujarnya.
| Baca juga: Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan |
Menurutnya, penumpukan lemak viseral perlu diwaspadai karena berkaitan dengan resistensi insulin. “Jika berlangsung dalam jangka panjang, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2, hipertensi dan gangguan lemak darah. Risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung serta gangguan ginjal juga dapat meningkat,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan hanya mengandalkan angka timbangan atau melihat bentuk tubuh ketika menilai kondisi kesehatan. Lingkar perut, tekanan darah, gula darah dan profil lemak juga perlu diperiksa secara berkala.
“Pada kelompok etnis Asia, lingkar perut lebih dari 90 sentimeter pada pria dan 80 sentimeter pada wanita menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan sindrom metabolic,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengubah kebiasaan sehari-hari. Kurangi aktivitas sedentari, batasi makanan tinggi gula, karbohidrat, lemak dan garam, serta tingkatkan aktivitas fisik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....