AGEHU 2026, Upaya Perkuat Posisi Aceh sebagai Destinasi Kegiatan Ilmiah Nasional

  • 06 Sep 2026 17:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Aceh terus didorong menjadi salah satu destinasi kegiatan ilmiah nasional. Penyelenggaraan Aceh Gastroenterohepatology Update (AGEHU) 2026 di The Pade Hotel, Aceh Besar, menjadi salah satu momentum untuk memperkuat posisi tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 September 2026 itu mempertemukan tenaga kesehatan dari berbagai daerah dengan sejumlah pakar nasional di bidang gastroenterologi dan hepatologi.

AGEHU 2026 menghadirkan sembilan pakar nasional dari sejumlah pusat pendidikan kedokteran, di antaranya Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM Jakarta, FK UNDIP/RSUP Kariadi Semarang, FK USU/RSUP Adam Malik Medan, serta FK USK/RSUDZA Banda Aceh.

Kegiatan tersebut diikuti 287 peserta yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Semarang, dan daerah lainnya.

Ketua Panitia AGEHU 2026, Dr. dr. Fauzi Yusuf, Sp.PD-KGEH, FACG, FACP, FINASIM, mengatakan penyelenggaraan kegiatan ilmiah di Aceh merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring pendidikan kedokteran sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di daerah.

Ketua Panitia AGEHU 2026, Dr. dr. Fauzi Yusuf, Sp.PD-KGEH, FACG, FACP, FINASIM. (Foto: Dokumen untuk RRI)

Menurut Fauzi, forum tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pembaruan ilmu kepada peserta, tetapi juga mempererat hubungan antara pusat pendidikan, rumah sakit, organisasi profesi, dan tenaga kesehatan di berbagai daerah.

“Kami juga ingin menunjukkan bahwa Aceh memiliki potensi untuk menjadi salah satu tempat penyelenggaraan kegiatan ilmiah nasional, sekaligus memperkenalkan keramahan dan kearifan budaya Aceh kepada para peserta yang datang dari luar daerah,” ujarnya.

AGEHU 2026 tidak hanya menghadirkan agenda symposium. Rangkaian kegiatan diawali Workshop Endo-ID pada Jumat (4/9), yang memberikan pembelajaran aplikatif mengenai perkembangan teknologi dan teknik endoskopi.

Peserta mendapatkan materi dan pengalaman melalui Upper GI Endoscopy, Lower GI Endoscopy, Image Enhanced Endoscopy (IEE), NBI Classification, ERCP, Endoscopy Live Case Demonstration, hingga hands-on workshop.

Kehadiran live case demonstration dan hands-on workshop memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengamati secara langsung penerapan teknik endoskopi pada kasus klinis serta berdiskusi dengan para ahli.

Selain menghadirkan pakar dari luar Aceh, kegiatan ini juga melibatkan dokter spesialis penyakit dalam dari Aceh sebagai moderator. Keterlibatan tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi sekaligus pertukaran pengetahuan antara klinisi daerah dan pakar dari pusat-pusat pendidikan kedokteran nasional.

Fauzi berharap penyelenggaraan AGEHU dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Aceh, tidak hanya dari sisi akademik dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam memperkenalkan daerah sebagai tempat yang layak untuk penyelenggaraan kegiatan ilmiah.

Pemilihan Aceh sebagai lokasi kegiatan ilmiah berskala nasional juga dinilai dapat membuka ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, keramahan masyarakat, dan destinasi wisata Aceh kepada peserta dari luar daerah.

Penyelenggaraan AGEHU 2026 sekaligus menunjukkan bahwa Aceh memiliki sumber daya manusia, institusi pendidikan, rumah sakit, serta fasilitas yang semakin berkembang untuk mendukung kegiatan pendidikan kedokteran dan pertemuan ilmiah berskala nasional.

Melalui kombinasi scientific update, workshop endoskopi, live demonstration, hands-on training, diskusi interaktif, dan networking, AGEHU 2026 menjadi ruang pertemuan antara pengembangan kapasitas tenaga kesehatan dan penguatan jejaring keilmuan antara Aceh dengan berbagai pusat pendidikan kedokteran di Indonesia.

Ke depan, penyelenggaraan kegiatan serupa diharapkan semakin memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu tujuan kegiatan ilmiah, pendidikan, dan profesional di tingkat nasional. (AG)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....