AI Mulai Masuk Praktik Kedokteran, Dokter Tetap Pegang Keputusan Klinis

  • 06 Sep 2026 17:33 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • Artificial intelligence mulai diterapkan dalam praktik kedokteran untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan strategi penanganan pasien.
  • Teknologi AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dokter, tetapi sebagai alat pendukung dalam pengambilan keputusan medis.
  • Keselamatan pasien dan profesionalisme dokter tetap menjadi prioritas utama dalam implementasi teknologi AI di bidang kesehatan.

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Perkembangan artificial intelligence (AI) mulai memasuki praktik kedokteran dan berpotensi mengubah cara tenaga medis melakukan diagnosis hingga menentukan strategi penanganan pasien.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tidak berarti mengambil alih peran dokter. Keputusan klinis tetap harus berada dalam kerangka profesionalisme dokter dengan mengutamakan keselamatan pasien.

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Dr. dr. Bahtiar, M.Kes, Sp.A, dalam kegiatan Aceh Gastroenterohepatology Update (AGEHU) 2026 di The Pade Hotel, Aceh Besar, Sabtu, 5 September 2026.

Bahtiar mengatakan, AI kini tidak lagi sebatas inovasi teknologi, tetapi mulai dimanfaatkan dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan.

Menurutnya, teknologi AI dapat membantu dokter mengolah data medis, mengenali pola penyakit, menganalisis citra, mendukung proses diagnosis, hingga membantu menentukan strategi tatalaksana.

“Artificial intelligence akan menjadi bagian penting dalam perkembangan kedokteran modern. AI dapat membantu dokter dalam mengolah data, mengenali pola penyakit, mendukung proses diagnosis, hingga membantu menentukan pilihan tatalaksana yang lebih tepat,” ujarnya.

Meski demikian, Bahtiar menegaskan AI harus ditempatkan sebagai alat bantu dokter, bukan pengganti dokter.

Ia menyebut keputusan klinis tetap harus berada dalam kerangka profesionalisme dokter dan keselamatan pasien. Pertimbangan klinis, komunikasi dengan pasien, pemahaman terhadap kondisi individual pasien, serta aspek etik tetap menjadi bagian penting dalam menentukan tindakan medis.

“Teknologi harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi keputusan klinis tetap harus berada dalam kerangka profesionalisme dokter dan keselamatan pasien,” katanya.

Perkembangan AI tersebut menjadi semakin relevan di bidang gastroenterologi dan hepatologi. Teknologi AI mulai membuka peluang pemanfaatan dalam analisis citra, termasuk membantu mendeteksi lesi pada pemeriksaan endoskopi, mendukung diagnosis, serta membantu pengambilan keputusan klinis.

Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan utama AGEHU 2026 melalui plenary lecture bertajuk “The Role of Artificial Intelligence in Gastroenterology: Current Applications and Future Directions” yang disampaikan Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, FACG, FASGE, FINASIM.

Forum tersebut membahas perkembangan pemanfaatan AI dalam gastroenterologi sekaligus peluang dan tantangan penggunaannya pada masa mendatang.

Bahtiar menilai, perkembangan teknologi digital juga menuntut perubahan dalam pendidikan kedokteran. Dokter masa depan tidak cukup hanya menguasai ilmu biomedis dan keterampilan klinis, tetapi juga perlu memahami perkembangan teknologi serta mampu menggunakannya secara kritis, tepat, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, institusi pendidikan kedokteran memiliki peran strategis dalam mempersiapkan tenaga medis menghadapi perubahan tersebut.

Pemanfaatan AI pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan. Namun, perkembangan teknologi tetap harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi, etika profesi, serta tanggung jawab dokter terhadap pasien.

AGEHU 2026 sendiri merupakan forum ilmiah yang mempertemukan dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, akademisi, peneliti, dan tenaga kesehatan untuk membahas perkembangan terbaru di bidang gastroenterologi dan hepatologi. Kegiatan yang digelar 4–5 September 2026 tersebut menghadirkan sejumlah pakar nasional dan diikuti 287 peserta dari Aceh, Sumatera Utara, Semarang, serta daerah lainnya. (AG)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....