Peran Ayah Jadi Kunci Cegah Stunting sejak 1.000 HPK
- 31 Agt 2026 18:17 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu dalam keluarga. Keterlibatan ayah juga penting untuk memastikan kesehatan dan gizi anak sejak dalam kandungan.
Peran tersebut semakin penting selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan atau HPK. Periode ini berlangsung sejak 270 hari kehamilan hingga 730 hari saat anak berusia di bawah dua tahun.
Seperti dilansir RRI.CO.ID dari laman Kementerian Kesehatan RI, periode 1.000 HPK merupakan masa keemasan perkembangan anak. Pada fase tersebut, perkembangan otak anak berlangsung secara maksimal dan menentukan kualitas tumbuh kembangnya.
Program 1.000 HPK berfokus mencegah stunting dan menurunkan kematian ibu serta bayi. Program tersebut juga bertujuan memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Upaya tersebut perlu dipersiapkan sejak masa remaja hingga pasangan memasuki usia subur. Persiapan juga mencakup kesehatan calon pengantin sebelum memasuki masa kehamilan.
Kementerian Kesehatan menetapkan empat target intervensi kunci dalam program 1.000 HPK. Keempatnya mencakup fase sebelum hamil, masa kehamilan hingga bayi lahir, periode baduta, dan penguatan layanan kesehatan.
Fase sebelum hamil menyasar kesehatan remaja putri dan skrining calon pengantin. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kesiapan fisik sebelum memasuki kehamilan.
Pada masa kehamilan hingga bayi lahir, intervensi mencakup pemeriksaan USG dan persalinan di fasilitas kesehatan yang aman. Periode baduta kemudian berfokus pada ASI eksklusif, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang.
Target berikutnya adalah penguatan fasilitas layanan kesehatan. Puskesmas dan Rumah Sakit perlu dipastikan siap dari sisi fasilitas maupun pembiayaan.
Namun, berbagai intervensi tersebut membutuhkan dukungan keluarga yang kuat. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menilai keterlibatan ayah menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Dante menggaungkan Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan untuk mendorong keterlibatan ayah. Gerakan tersebut diarahkan agar ayah aktif memenuhi kebutuhan kesehatan anak.
“Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun,” ujar Dante. Ia menilai investasi pada masa awal kehidupan sangat penting bagi perkembangan anak.
| Baca juga: Peran Vital Organ Hati untuk Kesehatan Tubuh |
Menurut Dante, konsep Ayah Siaga perlu diperkuat dalam periode 1.000 HPK. Konsep tersebut melengkapi pemahaman Suami Siaga yang selama ini dikenal dalam menghadapi persalinan.
Peran ayah juga berkaitan dengan kebiasaan sehat yang dibangun bersama dalam keluarga. Waktu berkualitas antara ayah, ibu, dan anak menjadi bagian penting dalam membangun fondasi keluarga.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menekankan pentingnya membangun quality time dalam keluarga. Ia juga mendorong keluarga kembali membiasakan konsumsi masakan rumah sebagai fondasi hidup sehat.
Pencegahan stunting pada akhirnya membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga. Ayah, ibu, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak perlu bergerak bersama sejak awal kehidupan anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....