Dukungan Keluarga Penting Keberhasilan Menyusui
- 23 Agt 2026 00:17 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membantu ibu mempertahankan pemberian ASI, terutama ketika menghadapi kelelahan, produksi ASI yang dirasakan sedikit, maupun aktivitas di luar rumah.
Dokter spesialis anak, dr. Wardah M.Ked(Ped),Sp.A, mengatakan dukungan terhadap ibu menyusui tidak cukup hanya diberikan oleh tenaga kesehatan. Suami, orang tua, dan anggota keluarga lainnya juga perlu memahami proses menyusui dan memberikan dukungan emosional.
“Kalau ibunya sendiri semangat, tetapi lingkungannya tidak mendukung, itu bisa membuat ibu down,” kata dr. Wardah dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurutnya, ketika ibu merasa produksi ASI sedikit, keluarga sebaiknya tidak langsung menyarankan pemberian susu formula. Ibu justru perlu diberikan kesempatan untuk beristirahat, mendapatkan asupan makanan dan minuman yang cukup, serta memperoleh dukungan agar tetap percaya diri menyusui.
dr. Wardah juga menjelaskan, posisi dan pelekatan bayi saat menyusu harus dilakukan dengan benar. Bayi perlu berada dalam posisi yang nyaman, dengan tubuh menghadap tubuh ibu dan mulut terbuka lebar sehingga sebagian besar areola masuk ke mulut bayi.
Pelekatan yang tidak tepat dapat membuat ASI tidak keluar secara optimal dan menyebabkan puting ibu lecet. Jika terjadi sumbatan ASI, ibu dapat melakukan kompres hangat dan pijatan secara lembut. Namun, apabila payudara menjadi merah, bengkak, nyeri, dan disertai demam, ibu dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter karena dapat mengarah pada mastitis.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada mitos menyusui yang beredar di media sosial. Salah satu kesalahpahaman yang masih ditemukan adalah anggapan kolostrum atau ASI pertama tidak baik diberikan kepada bayi.
Padahal, kolostrum mengandung banyak antibodi dan sangat penting bagi bayi sehingga tidak seharusnya dibuang. Ibu juga tidak perlu membandingkan pertumbuhan bayinya dengan anak lain, melainkan memantau kenaikan berat badan, tinggi badan, dan perkembangan anak secara berkala bersama tenaga kesehatan.
“Yang dinilai bukan perbandingannya, tetapi kenaikan berat badannya. Kalau kenaikannya masih sesuai target, sebenarnya aman,” jelasnya.
dr. Wardah menambahkan, ibu yang beraktivitas di luar rumah tetap dapat memberikan ASI melalui ASI perah. Pemberian ASI perah sebaiknya dilakukan dengan metode yang tidak membuat bayi bingung puting, terutama jika bayi masih perlu menyusu langsung dari ibunya.
Menurutnya, keberhasilan menyusui pada akhirnya merupakan tanggung jawab bersama. Ayah dan keluarga dapat membantu merawat bayi ketika ibu membutuhkan istirahat, sehingga ibu tetap memiliki tenaga dan kepercayaan diri untuk memberikan ASI.
Dukungan sosial bagi ibu juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan menyusui. Literatur yang dirangkum Glasp mengenai menyusui menekankan pentingnya dukungan lingkungan, termasuk pengurangan stres dan dukungan sosial bagi ibu agar proses menyusui dapat berlangsung lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....