Edukasi ASI Diharapkan dapat Masuk Pembekalan Calon Pengantin di KUA
- 14 Sep 2026 00:08 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Edukasi mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) dinilai perlu diberikan sejak pasangan masih berada pada tahap persiapan pernikahan. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu calon ayah dan ibu memiliki pengetahuan serta kesiapan mental menghadapi kehamilan, kelahiran, hingga proses menyusui setelah memiliki anak.
Gagasan tersebut disampaikan dr. Sri Rezeki, Sp.A., Motivator KP-Ibu AIMI Aceh, dalam program SPADA Pro 2 RRI Banda Aceh bertema “Pengalaman Ibu Menyusui & Bekerja, Pentingnya Supporting System yang Kuat”, Sabtu, 12 September 2026. Menurutnya, edukasi mengenai ASI selama ini masih perlu diperkuat karena pasangan yang akan menjadi orang tua membutuhkan informasi yang benar sejak sebelum memasuki fase kehamilan.
dr. Sri menjelaskan, kesiapan menyusui tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan seorang perempuan, tetapi juga kesiapan pasangan dalam memahami kebutuhan ibu dan anak. Ia menilai edukasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai ruang pembekalan calon pengantin, termasuk dengan membuka peluang kolaborasi bersama Kantor Urusan Agama (KUA).
“Edukasi tentang ASI itu sebaiknya sebelum menikah, jadi kita edukasi dari calon pengantin,” ujar dr. Sri. Menurutnya, pembekalan sejak dini penting agar pasangan tidak baru mencari informasi ketika sudah menghadapi kehamilan atau kelahiran, terlebih ketika banyak informasi mengenai menyusui beredar tanpa pemahaman yang memadai.
Hal senada juga disampaikan Ftr. Amelia Fadlina, S.Fis., M.K.M., Anggota Riset AIMI Aceh sekaligus Dosen Prodi D3 Fisioterapi Fakultas Vokasi UNMUHA, yang menekankan pentingnya kesepakatan pasangan sebelum memiliki anak. Menurut Amelia, pasangan perlu memahami sejak awal bahwa kesehatan dan pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama sehingga ibu tidak merasa harus menjalani seluruh proses seorang diri.
“Kalau misalnya pasangannya sudah beranggapan ini kita sama-sama, sehat sakit anak itu tanggung jawab kita bersama,” kata Amelia. Ia menambahkan, dukungan suami dan keluarga dapat membuat perjalanan menyusui menjadi lebih baik, termasuk melalui keterlibatan ayah maupun anggota keluarga lain yang dapat menjadi bagian dari supporting system ibu.
Menurut dr. Sri, pembekalan tersebut juga perlu menyentuh kesiapan mental calon orang tua, sehingga pasangan memahami bahwa menyusui bukan sekadar memberikan makanan kepada bayi, tetapi merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak dan membutuhkan dukungan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa bahkan setetes ASI sangat berharga sehingga pengetahuan dan dukungan yang memadai perlu dibangun sejak pasangan belum memiliki anak.
Upaya menghadirkan edukasi ASI dalam pembekalan calon pengantin melalui KUA dinilai dapat menjadi langkah preventif untuk membangun keluarga yang lebih siap menghadapi fase menjadi orang tua. Dengan pengetahuan yang diperoleh sejak sebelum menikah dan dukungan yang disepakati bersama, ibu diharapkan tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang menyusui, tetapi juga memiliki lingkungan yang membantu menjaga keberlangsungan pemberian ASI setelah anak lahir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....