Jangan Main HP, Tatapan Ibu Penting Saat Menyusui

  • 14 Sep 2026 00:11 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Menyusui bukan hanya menjadi kesempatan bagi ibu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga dapat menjadi momen untuk membangun kedekatan dan komunikasi antara ibu dengan anak. Karena itu, ibu disarankan mengurangi aktivitas lain seperti bermain telepon seluler agar perhatian selama menyusui dapat lebih terarah kepada bayi.

Hal tersebut disampaikan dr. Sri Rezeki, Sp.A., Motivator KP-Ibu AIMI Aceh, dalam program SPADA Pro 2 RRI Banda Aceh bertema “Pengalaman Ibu Menyusui & Bekerja, Pentingnya Supporting System yang Kuat”, Sabtu, 12 September 2026. Menurutnya, proses menyusui sebaiknya tidak hanya berorientasi pada pemberian ASI, tetapi juga menjadi kesempatan bagi ibu berinteraksi langsung dengan bayinya.

dr. Sri mengingatkan ibu untuk memberikan perhatian kepada bayi ketika menyusui, termasuk melalui tatapan dan komunikasi sehingga tercipta kedekatan emosional selama proses tersebut. “Jangan sambil main HP, kita komunikasi dengan anak kita, kita lihat anak kita,” ujarnya dalam dialog SPADA Pro 2 RRI Banda Aceh.

Menurut dr. Sri, perhatian ibu selama menyusui merupakan bagian dari lingkungan yang dapat mendukung proses pemberian ASI sekaligus membangun hubungan ibu dan anak sejak dini. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kebersihan ibu serta posisi dan perlekatan bayi agar proses menyusui dapat berlangsung dengan baik.

Sementara itu, Ftr. Amelia Fadlina, S.Fis., M.K.M., Anggota Riset AIMI Aceh sekaligus Dosen Prodi D3 Fisioterapi Fakultas Vokasi UNMUHA, menjelaskan bahwa ibu bekerja juga tetap dapat memberikan ASI dengan menyesuaikan cara pemberiannya ketika tidak bersama bayi. Saat berada di tempat kerja, ibu dapat memerah ASI, sedangkan ketika bersama bayi, pemberian ASI secara langsung dapat menjadi pilihan untuk mempertahankan kedekatan ibu dan anak.

Amelia juga menjelaskan, ketika ibu harus bekerja dan meninggalkan bayi, ASI perah tetap dapat diberikan dengan cara yang sesuai, termasuk menggunakan cangkir atau sendok sebagai alternatif. “Kalau kita bersama, ya kita susui langsung,” kata Amelia, seraya menjelaskan bahwa penggunaan metode pemberian ASI perlu diperhatikan agar bayi tidak mengalami kebingungan puting.

Kedua narasumber menilai keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan pasangan, keluarga, tempat kerja dan lingkungan sekitar. Dengan menghadirkan perhatian, komunikasi serta dukungan yang cukup, menyusui diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas pemberian nutrisi, tetapi juga menjadi ruang membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak sejak awal kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....