Sering Lelah dan Rambut Rontok Bisa Jadi Tanda Autoimun

  • 08 Jun 2026 14:21 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Keluhan sering lelah, nyeri sendi berpindah, dan rambut rontok tidak selalu disebabkan kurang vitamin. Gejala yang berlangsung lama bisa menjadi tanda penyakit autoimun yang memerlukan penanganan medis.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, dr. Muhammad Reza Febriliant, SpPD, K-AI mengatakan gejala tersebut perlu diwaspadai bila berlangsung lebih dari enam minggu. Kondisi itu dapat mengindikasikan adanya gangguan sistem imun yang menyerang tubuh sendiri.

“Kalau keluhan sudah lebih dari satu hingga dua bulan, harus dicari penyebabnya. Jangan langsung dianggap karena kurang vitamin,” katanya dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut Reza, penyakit autoimun sering disebut sebagai penyakit seribu wajah. Hal itu karena gejalanya sangat beragam dan berbeda pada setiap penderita.

Sebagian pasien mengalami nyeri sendi dan kaku pada pagi hari. Ada pula yang datang dengan keluhan rambut rontok, sariawan berulang, atau ruam kemerahan setelah terpapar sinar matahari.

“Tidak semua gejala muncul sekaligus. Ada yang hanya rambut rontok, ada yang hanya nyeri sendi, bahkan ada yang mengeluh mata dan mulut kering,” ujarnya.

Ia menjelaskan penyakit autoimun lebih sering ditemukan pada perempuan usia produktif. Namun, kondisi tersebut juga dapat terjadi pada laki-laki maupun anak-anak.

Reza menyebut faktor penyebab autoimun bersifat multifaktor. Faktor genetik, pola hidup, paparan lingkungan, hingga kurang istirahat dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan sistem imun.

Menurutnya, kebiasaan begadang dan kurang tidur dapat mengganggu proses pemulihan alami tubuh. Akibatnya, sistem imun bekerja berlebihan dan berpotensi menyerang sel-sel sehat.

“Tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk memperbaiki diri. Kalau terus-menerus kurang tidur, keseimbangan sistem imun bisa terganggu,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan kecukupan vitamin D. Reza mengatakan banyak orang Indonesia mengalami kekurangan vitamin D karena minim paparan sinar matahari.

Ia mengingatkan masyarakat agar segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala berkepanjangan. Deteksi dini dinilai penting untuk mencegah kerusakan organ akibat komplikasi autoimun.

“Kalau gejala berlangsung lebih dari enam minggu, jangan dibiarkan. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang mencapai remisi dan mencegah komplikasi,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....