Lupus Bisa Dikendalikan jika Ditangani sejak Dini

  • 10 Mei 2026 06:53 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Penyakit lupus perlu dikenali sejak dini karena gejalanya sering menyerupai penyakit lain. Penanganan tepat membantu penyandang lupus tetap hidup produktif dan berkualitas.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan rematik autoimun, dr. Mahriani Sylvawani, Sp.PD K-R mengatakan lupus merupakan penyakit autoimun sistemik kronis. Penyakit ini terjadi akibat antibodi tubuh menyerang organ tubuh penderita sendiri.

“Lupus sering disebut penyakit seribu wajah karena gejalanya sangat beragam,” kata Mahriani dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menjelaskan lupus dapat menyerang kulit, sendi, ginjal, hingga organ vital lainnya. Kondisi tersebut membuat banyak penderita terlambat terdiagnosis karena berpindah dari satu dokter ke dokter lain.

Menurutnya, gejala awal lupus perlu diwaspadai terutama pada perempuan usia muda. Keluhan yang sering muncul seperti nyeri sendi, mudah lelah, rambut rontok, dan demam ringan.

“Kalau ada keterlibatan dua organ sekaligus, masyarakat harus mulai curiga kemungkinan autoimun,” ujarnya.

Mahriani menyebut perempuan lebih rentan terkena lupus dibanding laki-laki. Perbandingan kasus lupus pada perempuan dan laki-laki mencapai 15 banding satu.

Ia mengatakan lupus tidak dapat sembuh total karena dipicu sistem imun tubuh sendiri. Namun, penyakit tersebut tetap bisa dikendalikan melalui pengobatan rutin dan pola hidup sehat.

“Lupus bisa dikendalikan, tetapi jangan dibiarkan tanpa pengawasan medis,” katanya.

Mahriani menambahkan stres dan infeksi menjadi pemicu utama kekambuhan lupus. Karena itu, penderita disarankan menjaga kondisi tubuh dan menghindari kelelahan berlebihan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai mitos terkait lupus. Penyakit tersebut bukan penyakit menular maupun akibat guna-guna.

Menurutnya, dukungan keluarga sangat penting membantu penyandang lupus menjalani pengobatan jangka panjang. Komunikasi rutin dengan dokter juga diperlukan agar kondisi penderita tetap terpantau.

Mahriani berharap masyarakat semakin peduli terhadap gejala lupus dan segera memeriksakan diri bila mengalami keluhan mencurigakan. Deteksi dini dinilai penting mencegah komplikasi berat seperti gagal ginjal dan gangguan saraf.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....