Waspada Hentikan Obat Hipertensi tanpa Anjuran Dokter
- 25 Mei 2026 01:36 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, KBRN, Banda Aceh: Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, RSU Hermina Aceh, dr. Chairatu Sadrina Jeni, Sp.JP, FIHA, mengingatkan penderita hipertensi agar tidak menghentikan konsumsi obat tanpa anjuran dokter karena dapat memicu lonjakan tekanan darah dan komplikasi serius.
Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu 16 Mei 2026, saat membahas pengendalian hipertensi dan pentingnya kepatuhan pengobatan.
Menurut Chaira, hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi hanya dapat dikendalikan agar tekanan darah tetap stabil.
“Banyak pasien berpikir kalau tekanan darah sudah normal berarti obat bisa dihentikan. Padahal tekanan darah normal itu karena pasien rutin mengonsumsi obat,” katanya.
Ia menjelaskan, penghentian obat secara sepihak justru dapat menyebabkan tekanan darah melonjak secara tiba-tiba sehingga meningkatkan risiko stroke maupun serangan jantung.
Chaira menegaskan, obat hipertensi yang beredar telah melalui penelitian dan pengawasan ketat sehingga aman digunakan dalam jangka panjang sesuai anjuran dokter.
“Yang lebih berbahaya justru tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Itu yang bisa mempercepat kerusakan ginjal dan organ lainnya,” ujarnya.
Selain kepatuhan minum obat, ia juga menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sehat untuk membantu pengendalian hipertensi.
Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain membatasi konsumsi garam, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, serta rutin berolahraga.
| Baca juga: Langkah Sederhana Mengatasi Hipertensi |
Ia turut menyoroti pola konsumsi masyarakat Aceh yang identik dengan makanan berkuah dan tinggi natrium sehingga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
“Kadang orang mengeluh kepalanya berat setelah makan makanan berkuah. Salah satu penyebabnya karena kandungan garam yang tinggi,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Chaira juga mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, terutama bagi usia di atas 40 tahun maupun mereka yang sudah memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.
“Deteksi dini sangat penting supaya komplikasi berat akibat hipertensi bisa dicegah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....