Waspada, Hipertensi Kini Mengintai Usia Muda
- 08 Mei 2026 19:46 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi tak lagi identik dengan usia lanjut, Spesialis Penyakit Dalam, dr Desi Salwani, Sp. PD, mengungkapkan bahwa jumlah pasien hipertensi usia 20–35 tahun di Medan terus meningkat dalam 3 tahun terakhir.
“Sebelumnya pasien hipertensi rata-rata di atas 50 tahun. Sekarang saya sering menangani pasien usia 22 tahun, 27 tahun, bahkan ada yang 19 tahun dengan tekanan darah 150/100 mmHg,” ujar dr Desi saat diwawancara RRI Sabtu 2 Mei 2026.
Menurut dr Desi, pemicu utama hipertensi usia muda bergeser dari faktor genetik ke gaya hidup. Konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, minuman manis, kurang tidur, stres akademik/pekerjaan, serta minim aktivitas fisik jadi penyebab dominan.
“Anak muda sekarang makanannya fast food, seblak, mie instan, kopi kekinian yang gulanya tinggi. Ditambah begadang ngerjain tugas atau main game, olahraga jarang. Ini kombinasi yang mempercepat kerusakan pembuluh darah,” jelasnya.
Data Riskesdas memang menunjukkan prevalensi hipertensi usia 18–24 tahun di Indonesia mencapai 13,2%. Di Sumatera Utara, angkanya sedikit di atas rata-rata nasional.
Desi menekankan, hipertensi pada usia muda berbahaya karena sering tanpa gejala. Pasien baru sadar saat sudah muncul komplikasi seperti sakit kepala hebat, mimisan, atau saat medical check-up.
“Yang datang ke saya biasanya karena pusing tidak hilang-hilang, mata buram, atau jantung berdebar. Pas dicek tensinya sudah 160/110. Kalau dibiarkan, 10–15 tahun lagi bisa kena stroke atau gagal ginjal di usia produktif,” tegasnya.
Untuk mencegah, dr Desi menyarankan 5 langkah “CERDIK” yang bisa dimulai anak muda:
Cek tekanan darah rutin, minimal 6 bulan sekali meski merasa sehat
Enyahkan asap rokok dan alkohol
Rajin aktivitas fisik 30 menit/hari, tidak harus gym, jalan kaki cukup
Diet seimbang: kurangi garam
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....