Hipertensi Disebut “Pembunuh Senyap” Rutin Cek Tekanan Darah
- 25 Mei 2026 01:36 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, KBRN, Banda Aceh: Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Chairatu Sadrina Jeni, Sp.JP, FIHA, mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah guna mencegah komplikasi hipertensi yang kerap datang tanpa gejala.
Hal itu disampaikan dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh bertema “Mengendalikan Hipertensi Bersama, Periksa Tekanan Darah Secara Rutin, Kalahkan Si Pembunuh Senyap”, Sabtu 16 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia.
Menurut dokter RSU Hermina Aceh itu, hipertensi disebut sebagai “silent killer” atau pembunuh senyap karena sekitar 80 hingga 90 persen penderitanya tidak merasakan gejala pada tahap awal.
“Sebagian besar penderita hipertensi tidak memiliki keluhan sampai akhirnya muncul komplikasi seperti gangguan ginjal, jantung, atau stroke,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34 persen atau satu dari tiga penduduk mengalami tekanan darah tinggi. Meski angka tersebut menurun menjadi sekitar 30 persen pada 2023, hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan serius.
Chaira menyebutkan, pola makan tinggi garam dan perubahan gaya hidup menjadi faktor utama meningkatnya kasus hipertensi, termasuk pada generasi muda.
“Sekarang anak muda juga sudah rentan hipertensi karena pola makan tinggi natrium, makanan instan, dan kurang aktivitas fisik,” ujarnya.
Ia menambahkan, rekomendasi terbaru pedoman Eropa 2024 menetapkan tekanan darah sistolik di atas 130 mmHg sudah masuk kategori hipertensi dan perlu mendapatkan perhatian medis.
Dalam dialog tersebut, Chaira juga mengingatkan pentingnya pembatasan konsumsi garam. Ia menyebut asupan garam ideal tidak lebih dari satu sendok teh per hari.
Selain itu, masyarakat dianjurkan rutin berolahraga minimal 30 hingga 60 menit sebanyak tiga sampai lima kali dalam seminggu untuk membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
“Olahraga membantu jantung bekerja lebih efisien dan menurunkan hormon stres yang bisa memicu tekanan darah tinggi,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat lebih sadar melakukan deteksi dini hipertensi agar komplikasi berat seperti stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung dapat dicegah sejak awal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....