Limbah Kulit Udang Diolah Jadi Penyedap Alami
- 12 Agt 2026 10:35 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh -Muhammad Raihan mengolah limbah kulit, kepala, dan ekor udang menjadi penyedap alami. Inovasi tersebut dikembangkan melalui usaha bernama Udengdu sejak akhir 2023.
Owner Udengdu itu mengatakan ide tersebut muncul saat mengikuti lomba wirausaha tingkat kampus. Ia melihat kulit udang masih banyak dibuang dan belum dimanfaatkan secara optimal.
“Saya berpikir bagaimana rasa gurih dari udang ini bisa menjadi penyedap, sehat tanpa MSG dan tanpa pengawet,” kata Raihan dalam dialog UMKM Talks RRI Pro 1 Banda Aceh, Senin, 10 Agustus 2026.
| Baca juga: Laleta Sulap Labu Kuning Menjadi Donat |
Raihan mengawali produksi dengan setengah kilogram kulit udang. Kini, bahan baku yang diolah mencapai 30 hingga 50 kilogram dalam sekali produksi.
Bahan baku diperoleh langsung dari pedagang udang di Banda Aceh. Raihan membeli kulit udang sekitar Rp5.000 per kilogram sehingga limbah tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pedagang.
Proses produksi dimulai dengan mencuci bahan sebanyak tiga kali menggunakan air mengalir. Bahan kemudian direbus bersama rempah, dikeringkan menggunakan oven, lalu digiling hingga menjadi bubuk.
Udengdu menggunakan rempah seperti bawang putih, bawang merah, lada, dan garam Himalaya. Raihan menyebut produknya tidak menggunakan MSG dan bahan pengawet.
Usaha tersebut berkembang setelah Raihan meraih juara pertama lomba wirausaha kampus. Ia memperoleh hibah Rp5 juta dan menggunakan sebagian dana untuk legalitas serta pengembangan usaha.
Menurut Raihan, tantangan utama saat ini adalah keterbatasan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kondisi tersebut menjadi kendala ketika permintaan pasar meningkat.
“Ketika permintaan ada, kami belum siap, kami kalah,” ujar Raihan.
Udengdu kini menyasar konsumen usia 25 hingga 55 tahun, terutama keluarga yang menerapkan pola hidup sehat. Produk tersebut juga dipasarkan kepada restoran, hotel, kafe, dan sejumlah toko pangan sehat.
Raihan menargetkan produknya dapat menembus jaringan ritel besar di Indonesia. Ia juga menyiapkan varian baru dengan kombinasi kaldu udang dan bahan nabati serta kemasan botol yang lebih praktis.
Raihan mengajak generasi muda untuk konsisten membangun usaha, terus belajar, dan terbuka terhadap kolaborasi. Menurutnya, bisnis membutuhkan proses dan kesiapan menerima masukan.
“Bisnis itu tidak mudah, jadi tetap berusaha, tetap belajar dan berkolaborasi,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....