Ramadan di Atambua Kota Beriman Penuh Toleransi

  • 09 Mar 2026 17:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Imam Masjid An-Nur Tini Ustad Abdul Hamid Suadi, S.Pd.I mengungkapkan menjalankan ibadah puasa di Kota Atambua, Kabupaten Belu sungguh indah, penuh toleransi dan ketenangan.

Ia menuturkan, Suasana yang indah, tenang dan teduh dirasakan seluruh umat muslim di karena toleransi antaragama yang dipupuk begitu baik sehingga suasana Ramadan terasa penuh keberkahan.

Menurutnya balutan indah toleransi terjadi dikarenakan masyarakat tumbuh dalam kemajemukan yang memiliki fondasi toleransi yang kita karena pesan, cinta dari pemimpin agama, pemerintah dan dialog antaragama seluruh elemen masyarakat sehingga tidak ada perbedaan di masyarakat.

,”Sebagai umat muslim yang mendiami wilayah Kabupaten Belu , kia mendapatkan perhatian dan dukungan penuh tanpa adanya gangguan selama bulan Ramadan ini, semua berjalan dengan baik aman dan lancar itulah bukti bahwa Kabupaten Belu nusa indah tolenransinya,” ucap Ustad Abdul Hamid Suadi, pada Senin 9 Maret 2026 di Masjid An-Nur Tini.

Ia juga mengatakan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga tetap juga momentum memperkuat nilai persaudaraan, saling menghormati dan mempererat hubungan antar umat beragama.

Menurutnya juga toleransi yang telah lama terbangun di Belu menjadi contoh bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan kedamaian ditengah masyarakat.

Melalui toleransi yang ada, Ustad Abdul Hamid Suadi, mengajak semuanya untuk merawat toleransi dan menjaga persaudaraan yang ada sebagaimana orang-orang mengenal mengenai NTT Nusa Indah Toleransi salah satunya di wilayah Kabupaten Belu.

Dengan semangat persaudaraan dan toleransi yang terusg dijaga, Ramadan di Atambua tidak hanya menjadi waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi pengintai bahwa keberagama adalah anugerah yang harus dia wafat bersama demi menjaga keharmonisan di wilayah perbatasan. (KM)

Rekomendasi Berita