Alasan Dibalik Otak yang Hobi "Replay" Kenangan Mantan

  • 08 Feb 2026 12:32 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Fenomena "gagal move on" atau gamon seringkali membuat seseorang terjebak pada hubungan toxic meski sudah menyadari dampak buruknya. Seringkali kita berdalih sudah melupakan masa lalu, padahal kenyataannya bayang-bayang mantan kekasih masih terus menghantui pikiran setiap hari.

Secara ilmiah, menurut Helen Fisher (2020) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa otak orang yang jatuh cinta bekerja serupa dengan otak yang mengalami ketergantungan atau adiksi. Bagian nucleus accumbens (wilayah penting di striatum ventral otak yang bertindak sebagai pusat motivasi, kesenangan, dan penghargaan/reward) menjadi sangat aktif, sehingga perpisahan memicu reaksi fisik dan emosional yang mirip dengan gejala sakau pada pecandu. 

Untuk mengatasi kecanduan emosi ini, para ahli menyarankan penerapan No Contact Rule guna memutus siklus ketergantungan atau adiksi di dalam otak. Kamu perlu menahan diri dari segala bentuk interaksi agar area pengelolaan emosi bisa pulih dan kembali stabil secara perlahan.

Langkah konkret yang bisa diambil adalah menjauhi kenangan serta foto mantan selama 60 hingga 90 hari demi fokus pada pengembangan diri. Isilah waktu dengan kegiatan positif seperti olahraga atau berkumpul bersama sahabat, tanpa perlu terburu-buru mencari pengganti yang baru.

Inget ya, sembuh dari patah hati itu prosesnya panjang, bukan sulap yang sehari langsung jadi. Jangan dipendam perasaannya, nikmatin aja naik turunnya. Biar nanti pas kamu benar-benar move on, hatimu sudah jauh lebih tenang.

Rekomendasi Berita