Harga Telur Ayam di TTU Mengalami Lonjakan Semantara Harga Beras Stabil
- 11 Mar 2026 15:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Tim Pengendali Inflasi (TPID) di Kabupaten TTU menemukan harga beras premium yang cukup tinggi, mencapai Rp 16.000-17.000 per kilogram menjelang Hari Raya Lebaran. Tetapi harga beras medium dijual secara normal di kisaran Rp 13.000-14.000, di berbagai toko dalam Kota Kefamenanu maupun pasar Maubesi dan Noemuti. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Ekonomi Setda TTU, Fredy Afeanpah saat diwawancarai RRI CO ID di kantor Bupati pada Rabu 11 Maret 2026.
Menurut Fredy bahwa, TPID telah melakukan operasi pasar jelang hari Raya Lebaran. Bahkan pihaknya telah melakukan pengecekan harga-harga di Pasar Baru Kota Kefamenanu, pasar Tradisional Maubesi dan Eban. Secara keseluruhan harga sembako masih stabil di Kabupaten TTU.
"Yang tidak stabil dan mengalami kenaikan signifikan itu adalah harga telur. Karena ada penjual yang membandrol dengan harga per rak mencapai Rp 68.000. Sebagian pedagang menjual dengan harga Rp 65.000. faktor yang mempengaruhi mahalnya harga telur di Kota Kefamenanu adalah pasokan dari distributor sudah mahal sehingga pedagang juga memutuskan menaikan harga jual supaya mendapat keuntungan", kata Fredy.
Menurut Fredy bahwa, penemuan harga telur ayam yang mahal tentu menjadi perhatian serius Pemda TTU untuk melakukan operasi pasar. Sehingga tidak menyulitkan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Lebaran. Karena harga pangan (telur ayam) yang tinggi dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan berpotensi meningkatkan inflasi.
Sementara Kepala Gudang Bulog TTU, Bendelina Napu, mengaku bahwa stok beras di gudangnya sebanyak 400 ton dan saat ini pihaknya menanti kiriman beras sebanyak 700 ton dari Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Untuk mencegah penumpukan beras di gudang dan menekan harga beras di pasar maka Bulog TTU melakukan operasi pasar bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kodim maupun Polres TTU. Sehingga menjelang Hari Raya Lebaran 2026, stok beras di TTU sangat aman dan harganya stabil.
"Pasalnya kapasitas gudang Bulog TTU sebesar 1000 ton, saat ini tersedia 400 ton dan kiriman beras sebanyak 700 ton dari Bima NTB sedang dalam perjalanan menuju gudang Bulog TTU. Untuk menekan harga beras, maka pihaknya melakukan operasi pasar menjelang Hari Raya Lebaran sebanyak 4 kali berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, TNI dan Polres TTU", ujar Bendelina (SK).