Anak Muda Diajak Hindari Judi Online

  • 03 Feb 2026 19:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Maraknya judi online kini menyasar generasi muda Alor sehingga menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak termasuk kalangan kampus. Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kalabahi, Abdul Aziz Mobang pun menyampaikan pandangannya.

Ia mengatakan Generasi Z sangat dekat dengan media elektronik sehingga mudah terpapar konten negatif berbahaya. "Cara paling sederhana agar anak muda terhindar adalah mengisi waktu dengan kegiatan positif bermanfaat," katanya kepada RRI pada Selasa, 3 Februari 2026.

Menurutnya, masa muda merupakan fase pencarian jati diri sehingga emosi labil membuat seseorang mudah terpengaruh lingkungan. Ketika bosan atau tertekan sebagian pemuda mencari pelarian instan termasuk judi online yang menjanjikan keuntungan semu.

Aziz menyarankan aktivitas produktif seperti olahraga komunitas organisasi sosial dan pengembangan keterampilan sebagai alternatif sehat bagi remaja. "Kalau kita sibuk dengan hal positif peluang terjerumus itu semakin kecil bahkan bisa dihindari sepenuhnya."

Ia menilai pendidikan karakter penting agar pemuda memahami risiko kecanduan serta kerugian finansial jangka panjang. Edukasi berkelanjutan melalui sekolah keluarga dan pertemanan dinilai efektif membangun kesadaran kolektif mencegah praktik perjudian digital.

Selain aktivitas fisik, pemuda juga didorong memperkuat keterampilan akademik agar fokus pada masa depan lebih terarah. "Judi online bukan solusi ekonomi melainkan jalan cepat menuju kerugian besar bagi masa depan generasi," ujarnya menegaskan.

Aziz berharap generasi muda Alor memanfaatkan teknologi untuk belajar berkreasi serta berkontribusi bagi masyarakat luas. Ia menutup diskusi dengan ajakan bersama membangun budaya positif demi melindungi pemuda dari ancaman perjudian digital.

Rekomendasi Berita