Tenun Khas Insana Balutan Budaya Bernilai Ekonomi

  • 07 Mar 2026 20:32 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID,Atambua - Tenun Asthii Khas Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) NTT fokus mentransformasi kain tenun tradisional menjadi produk siap pakai modern tanpa menghilangkan identitas budaya bernilai ekonomi.

"Meskipun desain tenun modern bernilai harga jualnya,balutan kultur nilai-nilai lokal khas daerah tetap dijaga," ucap Founder Asthii tenun khas Insana Asti Naikteas pada perbincangan rri.co.id,Jumat 6 Maret 2026.

Dalam mempertahankan nilai lokal,kata Asti,keaslian motif tenun tetap dijaga "Selalu menggunakan motif khas Insana yang memiliki makna filosofis mendalam terkait identitas suku dan alam sekitar dan memberdayakan penenun lokal yang masih menggunakan pewarna alami dan teknik tenun manual sehingga kualitas buatan tangan tetap terjaga," ujarnya.

Menurutnya,ragam desain modern dan pendekatan selalu digunakan untuk meningkatkan nilai ekonomi.
"Mengadaptasi tenun ikat tradisional khas Insana ke dalam potongan busana yang sesuai dengan gaya hidup urban seperti busana kantor,casual dan outerwear,gaun juga dress modern serta produk turunan," kata Asti.

Asti menegaskan,strategi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal"Melalui pemberdayaan dapat memberikan akses pasar yang lebih luas bagi para perajin tenun di desa-desa TTU sehingga mereka mendapatkan penghasilan tetap dari keahlian menenun mereka," tuturnya.

Dalam pengembangan bisnis modern kain tenunan,diperlukan langkah inovasi agar bisa berdampak perubahan demi menjadikan manfaat nilai ekonomi berkelanjutan

"Mengubah kain lembaran produk primer menjadi baju jadi produk nilai tambah secara signifikan meningkatkan margin keuntungan dibandingkan hanya menjual kain mentah," ujar Asti.

Rekomendasi Berita