Kebun Jane Atambua, Produksi Panen Orientasi Bisnis Kwalitas Eksport
- 05 Mar 2026 15:06 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kebun Jane sebelumnya hanya sebagai lahan tidur tidak digarap, kini diubah menjadi areal pertanian modern. Kebun yang letaknya di wilayah desa Fatuba’a Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, cakupan luas 12 hektar.
Melalui alih teknologi diubah menjadi sebuah kebun inovasi, memberikan dampak besar terhadap produksi dan produktifitas hasil panen dari setiap komoditi bisa masuk pasar eksport.
Pengelolaan kebun menerapkan inovasi tepat guna. Dimulai dari kegiatan olah lahan, penyemaian benih, pemupukan, sistem pengairan, pengendalian hama penyakit hingga paskah panen dan pemasaran di lakukan secara terpadu.
Kebun yang ada diisi berbagai jenis tanaman holtikultutra, mulai dari komoditi cabai, tomat, wortel, kentang, semangka serta pertanaman pisang dan juga sementara uji coba pertanaman Duren.
Pemilik Kebun Jane Kabupaten Belu Jane Natalia Suryanto dalam perbincangan RRI mengatakan, usaha yang digalakan semata mata bisa memberikan kontribusi panen maksimal. Minimal terdapat komoditi asal NTT bisa keluar pemasaran bahkan ekspor ke mancanegara.
Selain itu menurut Jane Natalia bisa membuka lapangan kerja baru.
Ia menurutkan plaining ke depan setiap komoditi tembus pasar eksport. Semisal komoditi tomat sudah dilakukan eksport ke negara Timor Leste.
Komoditi pisang jenis cavendish dalam penjajakan eksport ke negara Singgapura. Malaysia dan Timor Leste
Ia menyebut penggunaan bibit unggul kultur jaringan, dengan perawatan intensif dilakukan di Kebun Jane.
Jenis pisang cavendish kualitas eksport permintaan tinggi sehingga harga mahal. di tanam di lahan seluas kurang lebih seper empat hektar, diperkiraan pertengah Maret ini, masa panen. Setelah dilakukan packing, pemasaran masuk pasar lokal setiap market juga di eksport.
“Pisang cavendish produk NTT bisa keluar negeri baik Timor Leste, Malaysia Dan Singapura,” kata Jane Natalia, Sabtu 28 Februari 2026.
Ketua Divisi Penanaman Kebun Jane Absamso Kase menyoal kendala bagi petani di Belu lebih menyangkut pasar komoditi. Sementara menjadi strategi pengelolaan pasar dari setiap komditi hasil panen di Kebun Jane lebih diarahkan manajemen bisnis, yakni menciptakan permintaan baru menyediakan produk.
Pengelolaan kebun secara tersistem, membuka peluang pasar permintaan terlebih dahuiu kemudian menyediakan produk untuk di pasarkan. Hal ini menjadi pembeda strategi pemasaran komoditi bisa tembus pasar luar negeri.
“Di kebun Jane semuanya tersistem, dulunya hanya tanam setelah panen binggung pasarnya ma uke mana? harus cari pasar. Di sini menciptakan permintaan dulu baru siapkan produknya, kami tanam permintaan sudah ada panen sia muat,” katanya.
Lokasi Kebun Jane yang ada di wilayah perbatasan Belu dengan negara Timor Leste ini untuk ke depan di sulap menjadi Agrowisata. Terdapat pertanaman holtikultura, buah-buahan serta peternakan dan juga tanaman hias, konsep pariwisata mengintegrasikan lahan pertanian, perkebunan, atau peternakan sebagai objek wisata utama untuk edukasi dan rekreasi.
Disamping itu menjadi lahan untuk penelitian. Tahun 2025 lalu alumni yang sempat belajar agriculture ke Israel turut melakukan penelitian di Kebun Jane, lahan yang ada bisa membuka peluang kegiatan magang bagi pelajar mahasiswa pertanian.