Perubahan Iklim, Nelayan Belu: Sulit Hasil Tangkapan Ikan
- 26 Feb 2026 10:15 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Warga nelayan pesisir pantai utara Atapupu mengatakan perubahan iklim yang terjadi saat ini khusus di perairan laut Atapupu Belu, turut berdampak pula terhadap hasil tangkapan nelayan.
Menurut warga nelayan desa Dualaus Belu Antonius Resi biasanya musim barat saat ini turun hujan lebat menyebabkan abrasi laut. Kondisi baik gerombolan ikan lebih ke pinggir pantai, memudahkan nelayan menjaring untuk memperoleh tangkapan.
"Hujan belum banyak, kalau hujan banyak air laut keruh itu bagus ikan main di pinggir saja. Kita di pesisir baru beberapa kali hujan jadi ikan sedikit," kata Antonius.
Ia menyebut curah hujan di lokasi pesisir pantai utara Belu masih terbilang rendah. Baru dua, tiga kali turun hujan lebat dan belum terjadi abrasi laut. Nelayan pun tidak banyak memperoleh hasil tangkapan.
Perhitungan nelayan apabila hujan lebat terjadi abrasi laut, membawa endapan lumpur. Kondisi air keruh, gerombolan ikan biasanya migrasi ke pinggir pantai, dengan sendirinya mudah dijaring nelayan memperoleh banyak tangkapan ikan.
"Laut gelombang sampai tiga meter kadang-kadang angin, memungkinkan baru masuk laut. Biasa tanda kalau air keruh baru ikan banyak," katanya menambahkan.
Terhitung bulan Januari-Februari musim barat ditandai hujan lebat dan angin kencang. Ikan yang tersangkut jaring nelayan biasanya paling banyak jenis ikan tongkol tetapi tidak demikian untuk saat sekarang.
Beberapa pekan belakangan selain berkurang hasil tangkapan, jenis ikan yang diperoleh pun lebih banyak jenis ikan tembang dan kombong, ukuran kecil. Sementara ikan tongkol yang biasanya dominasi tangkapan nelayan di lokasi pesisir pantai Atapupu Belu cuaca ekstrem seperti sekarang,hampir tidak diperoleh nelayan.
"Ikan tongkol tidak ada palingan ikan tembang kecil yang banyak," ujarnya.
Ditengah konsisi cuaca tidak menentu nelayan pantai utara Belu belum banyak memperoleh hasil tangkapan. Berdampak pula terhadap harga ikan di lapak pasar Atambua. Tembang ukuran sedang 10 ekor Rp.10.000, jenis ikan kombong 8 ekor Rp.20.000 nipi 8 ekor Rp.20.000 ribu dijual pedagang.