BKSDA NTT Perketat Pengawasan Satwa Liar di Pintu Masuk Atambua

  • 10 Mar 2026 16:11 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pihak BKSD Nusa Tenggara Timur wilayah Atambua terus memperkeatat pengawasan pada setiap pintu masuk. Muhammad Hayun Salim, Polisi Kehutanan Terampil menjelaskan bahwa penjagaan Bandara serta Pelabuhan sangatlah penting sekali.

Patrolirutin dilakukan untuk mencegah peredaran tumbuhan dan satwa liar secara ilegal. Petugas juga senantiasa melakukan pengawasan ketat pada wilayah Kawasan Konservasi Hutan.

"Satwa dilingundi di dalam maupun di luar kawasan hutan tetap harus kita jaga," ucap Hayun kepada rri.co.id beberapa waktu lalu. pernyataan tersebut menegaskan bahwa perlindungan hewan langka adalah kewajiban bagi semua pihak.

Keberadaan satwa liar di hutan sangat memabtu proses regenarasi pohon secara alami. Burung dan monyet berperan sebagai petani hutan yang menyebarkan biji-biji tumbuhan hijau.

Menurut Hayun satu rantai makanan yang putus akan menyebabkan ketidakseimbangan pada alam lingkungan kita. Kepunahan satu jenis hewan dapat memicu konflik antara satwa liar dengan manusia.

Manusia harus intropeksi diri dalam memanfaarkan alam dengan menerapkan prinsip kelestarian lingkungan. Keseimbangan ekosistem sangat bergantung pada kelngkapan seluruh komponen hayati di dalam hutan.

Nilai keanekaragaman hayati sesungguhnya tidak dapat dinominalkan dengan uang oleh siapapun juga. Petugas sering mendatangi toko hewan yang dicurigai menjual burung yang dilindungi secara ilegal.

Masyarakat diharapkan memberikan informasi jika melihat adanya perdagangan satwa yang dilarang pemerintah. "Kerjasama semua elemen warga sangat dibutuhkan untuk menjaga kekayaan alam di Pulau Tomor, tegas Hayun.

Rekomendasi Berita