Aktivis Filomena Loe Soroti Urgensi Pengawasan Orang Tua

  • 09 Mar 2026 09:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua- Kasus kekerasan anak di Nusa Tengga Timur kini sangat mengkhawatirkan. Banyak anak belum terlindungi secara maksimal.

Statement ini disampaikan Filomena Loe, aktivis perempuan asal Belu-NTT, kepada rri.co.id, Senin 9 Maret 2026, tentang urgensi pengawasan orang tua terhadap anak.

Filomena sudah terjun pada isu kemanusiaan ini cukup lama terutama mendampingi korban kekerasan seksual. Korban seringkali merupakan anak kecil yang mendapat perlakuan keji dari keluarga.

Keluarga terdekat seperti kakek atau paman seringkali menjadi pelaku utama. Hal ini membuktikan bahwa rumah bukan lagi tempat aman bagi mereka.

Lebih lanjut Filo mengatakan pernah ada anak usia lima tahun menjadi korban tanpa memahami situasi yang sebenarnya. "Identifikasi kekerasan baru terungkap setelah dilakukan pemeriksaan medis," ujar Filo

Remaja di atas empat belas tahun biasanya terpengaruh oleh akses internet. Rasa penasaran muncul setelah mereka melihat konten negatif pada situs youtube

Anak usia dini seharunya masih berada dalam kontrol penuh orang tua. Kejadian memilukan ini mencerminkan kurangnya pengawasan ketat dari pihak keluarga.

Proses pemulihan trauma harus tuntas agar tidak membekas selamanya di hati. Orang tua wajib memberikan perhatian ekstra demi masa depan buah hati.

Rekomendasi Berita