Wabup TTU Mengakui Koordinasi Lemah Menyebabkan Program MBG di TTU Belum Efektif
- 04 Mar 2026 07:28 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Setelah disentil secara keras oleh Wakil Bupati TTU, terkait lemahnya pengawasan program MBG dan penggunaan bahan baku belum mengakomodir bahan lokal yang ada di petani seperti beras, daging ayam maupun telur, saat rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait di Auala Kantor Bupati TTU pada Selasa 3 Maret 2026.
Menanggapi sentilan itu, koordinator SPPI Kabupaten TTU, Desta Ndaumanu beralasan bahwa pihaknya telah mencoba berkoodinasi dengan para petani dan sempat mengambil beberapa kilogram beras sebagai uji coba sampel. Tetapi kendalanya adalah beras milik petani masih didapati dalam keadaan kotor. Sehingga pihaknya lanjut berkoordinasi dengan para petani supaya mereka bisa mendapat beras yang bersih.
"Pasalnya pola yang didapat di SPPG itu karyawan hanya membersihkan sayuran, bawang dan daging. Sedangkan untuk beras sudah harus dalam keadaan bersih sehingga pihaknya tinggal mencuci supaya dimasak. Tentu mereka akan kesulitan kalau beras yang dari petani kotor karena mereka harus membersihkan beras sebanyak 200-300 kilogram per hari", kata Desta.
Lanjut Desta bahwa pihaknya masih mencari supplier beras lokal dari petani TTU yang mampu menyediakan beras yang bersih. Jadi untuk saat ini dari 10 dapur SPPG yang beroperasi di TTU baru 1 unit di Desa Naiola yang telah berkomunikasi langsung dengan petani untuk penyediaan beras lokal yang bersih. Tetapi belum dipastikan waktunya kapan para petani dimaksud bisa menyuplai beras ke SPPG Naiola.
Lebih jauh dikatakan Desta bahwa, untuk pemakaian daging ayam baru 1 unit SPPG yang telah memakai daging ayam dari peternak lokal dan segar. Sedangkan SPPG lain masih memakai ayam beku (Frozen) dicampur dengan daging ayam segar juga. Alasan pemakaian ayam beku itu dilakukan karena ketika ayam segar diolah justru didapati ada daging yang telah berwarna biru dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
"Daging ayam yang beraroma tidak sedap itu dipasok oleh supplier ke dapur SPPG, tetapi daging ayam dimaksud dibersihkan tanpa disediakan freezer tapi menampung di wadah terbuka dan itu berlangsung berjam-jam. Sehingga ketika dipasok ke dapur SPPG sudah dalam kondisi tidak segar. Karena itu, saat ini masih dicari pola suplai sehingga bahan baku yang digunakan benar-benar segar", ujar Desta.
Sedangkan khusus bahan baku ikan, para pengelola SPPG telah melakukan pengawasan sejak pemotongan dari pemasok ikan. Sehingga ketika sudah dipotong dalam jumlah tertentu sudah diantar ke dapur-dapur SPPG supaya dimasukan ke dalam freezer supaya aman saat diolah.
Setelah mendapat penjelasan tentang kendala itu, Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu sebagai Ketua Satgas MBG tidak bisa menerimanya. Itu bukan alasan untuk menyajikan makanan berulat dan basi ke anak-anak sekolah. Wakil Bupati sudah jelas, harus ada perbaikan dan pengawasan yang lebih ketat", ujar mantan staf Ahok ini.
Selain itu, perlu ada koordinasi antara SPPI dan SPPG dengan Pemda TTU, sebagai penanggung jawab di daerah. Karena ketika tidak ada koordinasi dan terjadi persoalan maka yang disoroti adalah Pemda TTU (SK).