Polres TTU Gelar Operasi Dua Pekan Hadapi Mudik

  • 12 Mar 2026 15:22 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Menjelang Mudik dan libur Lebaran, maka Kepolisian Resort Timor Tengah Utara melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Turangga Tahun 2026 di Mapolres TTU pada Kamis 12 Maret 2026. Operasi tersebut akan berlangsung selama 12 hari terhitung dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Hal ini disampaikan oleh Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K.,M.M saat membacakan sambutan tertulis Kapolri.

Dikatakan AKBP Eliana bahwa, Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Operasi ini melibatkan Pemda TTU (Asisten II), Yon TP 877/Biinmafo, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Barat, Pol PP, BPBD, Basarnas, UPTD Samsat dan Jasa Raharja. Hari Raya Idul Fitri hingga Lebaran merupakan salah satu agenda penting nasional, sehingga semua pihak bertanggung jawab terhadap agenda dimaksud dan bukan hanya kepolisian", ujar alumni SMA Negeri 1 Kupang ini.

"Operasi ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana. Selain itu, hal ini merupakan wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026. Sehingga pelaksanaan mudik dan libur Lebaran bisa berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar", kata AKBP Eliana.

Lanjutnya bahwa sebentar lagi, kita akan menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri yang merupakan salah satu agenda penting nasional. Perayaan ini tentunya akan mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan multiplayer effect di seluruh daerah. Karena itu, seluruh rangkaian harus dijaga secara baik oleh kepolisian dan semua pihak terkait supaya berjalan dengan baik, aman, dan lancar", ujar AKBP Eliana.

"Sebab berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun 2026 mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75% yaitu 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Walau demikian, Kepolisian harus tetap mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi arus mudik," ucap AKBP Eliana.

Terlebih akan ada stimulus dari pemerintah seperti diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere. Sehingga Kepolisian harus memastikan keamanan dan kelancaran mudik, dan libur lebaran. Polri juga didukung TNI dan stakeholder terkait sehingga kita bisa melakukan operasi ini", ujarnya.

Ia menambahkan bahwa, dari hasil Rakor Lintas Sektoral, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 14 hingga 15 Maret 2026 dan tanggal 18 sampai 19 Maret 2026. Sedangkan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Maret 2026 dan berkembang lagi ke tanggal 28 sampai 29 Maret 2026", kata AKBP Eliana (SK).

Rekomendasi Berita